Universitas Djuanda Latih UMKM Banjarwangi Pakai SIAPIK – Universitas Djuanda kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Bogor. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, kampus tersebut menggelar pelatihan e-Accounting SIAPIK dan e-Tax yang ditujukan bagi para pelaku UMKM di Desa Banjarwangi. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk mendorong literasi digital, terutama dalam pengelolaan keuangan dan administrasi perpajakan.
Dalam era serbadigital, kemampuan UMKM mengelola pembukuan secara akurat dan taat pajak menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Pelatihan ini hadir sebagai solusi untuk mempermudah proses bisnis, meningkatkan efisiensi, sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.
Pentingnya Literasi Keuangan bagi UMKM
Sebagian besar UMKM masih menjalankan pencatatan keuangan secara manual atau bahkan tanpa pencatatan sama sekali. Kondisi ini sering menjadi hambatan saat mereka ingin mengajukan pinjaman modal, mengikuti program pembinaan, hingga mengembangkan usaha. Melalui pelatihan SIAPIK—aplikasi pembukuan sederhana yang dikembangkan untuk UMKM—para peserta diajarkan cara mencatat transaksi harian, membuat laporan keuangan, hingga memantau arus kas secara berkala.
Dengan sistem digital, pelaku UMKM bisa lebih mudah melihat kondisi usaha secara real time. Keuntungan ini membantu mereka mengambil keputusan strategis, seperti menentukan waktu ideal untuk restok, mengatur pembiayaan, atau merencanakan ekspansi. Pencatatan yang rapi juga meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan terhadap UMKM yang ingin mengajukan pendanaan.
Praktik Langsung Penggunaan e-Tax
Selain pembukuan, aspek perpajakan juga menjadi fokus utama program ini. Melalui materi e-Tax, peserta di latih untuk memahami kewajiban pajak yang berlaku bagi UMKM, termasuk cara menghitung, melaporkan, hingga membayar pajak secara online. Pendekatan ini di lakukan untuk mengurangi kesalahan administratif sekaligus mendorong kepatuhan pajak dengan metode yang lebih mudah dan cepat.
Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung registrasi akun, mengisi formulir pajak, hingga melakukan simulasi pelaporan menggunakan sistem perpajakan digital. Dengan metode praktik seperti ini, pelaku UMKM di harapkan lebih percaya diri dan terbiasa mengurus perpajakan secara mandiri.
Antusiasme Peserta dan Dukungan Pemerintah Desa
Kegiatan pelatihan yang berlangsung di aula Desa Banjarwangi ini mendapat sambutan positif dari para pelaku UMKM. Banyak peserta mengakui bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru dan membantu mereka memahami pentingnya administrasi keuangan yang tertata.
Aparat pemerintah desa pun mendukung penuh kegiatan ini. Mereka menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan desa sangat penting untuk memajukan UMKM lokal. Dengan meningkatkan kemampuan digital warga, desa memiliki peluang lebih besar untuk menciptakan ekonomi yang mandiri dan berkelanjaran.
Meningkatkan Daya Saing UMKM di Era Digital
Melalui pelatihan e-Accounting SIAPIK dan e-Tax ini, Universitas Djuanda turut berperan dalam memperkuat ekosistem UMKM yang adaptif terhadap teknologi. Dengan kemampuan pengelolaan keuangan yang lebih baik, pelaku usaha di Desa Banjarwangi dapat bersaing lebih sehat, memperluas pasar, dan meningkatkan pendapatan.
Program semacam ini tidak hanya berdampak pada pelaku UMKM, tetapi juga memberi manfaat pada pembangunan ekonomi desa secara keseluruhan. Ke depan, kegiatan serupa di harapkan terus di perluas agar semakin banyak pelaku usaha yang dapat merasakan manfaatnya.