Waspada, Hoax Soal Corona Bergentayangan

JARRAKPOSLAMPUNG – Teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan masyarakat untuk lebih update terkait informasi. Kendati demikian, jika tidak jeli justru menyesatkan. Tak pelak informasi bohong (hoax) pun dengan mudah tersebar.

Terutama terkait mewabahnya coronavirus (covid-19) yang belakangan cukup meresahkan warga dunia. Di Lampung kesimpang siuran informasi juga kerap terjadi.

Terbaru, Warga Perum Bukit Bilabongjaya, Kamis (19/03/2020) sempat dihebohkan dengan kabar yang dengan cepat menyebar di jejaring sosial, terkait meninggalnya pasien yang baru saja dinyatakan positif covid 19 oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Kabar meninggalnya pasien yang diketahui tinggal di Perum Bukit Billabong jaya blog B4 No.6 itu langsung dibantah oleh rukun tetangga (RT) setempat.

“Saya sedang bersama pak Febrian dan pak Iwan Suharto (RT). Informasi pasien Corona yang ada di Blok B4 No.6 tidak benar kalau ada informasi yang menyatakan pasien itu meninggal dunia,” kata Ketua RT 1 Lingkungan 2, Perum Bukit Billabongjaya, Dedi kepada jarrakposlampung.com, Kamis siang.

Sehari sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Lampung diberitakan menangkap seorang perempuan berinisial AVR (29) terkait kasus penyebaran berita bohong (hoax). Pelaku menyebarkan hoax ada warga di Kabupaten Pringsewu, Lampung, terinfeksi virus Corona (COVID-19).

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, pelaku ditangkap setelah menyebarkan hoax di akun media sosial (medsos) Facebook sebanyak dua kali. Penangkapan dilakukan setelah Tim Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Lampung melakukan penyelidikan.

“OVR diamankan akibat menggugah berita hoax di akun media sosial Facebook milik pelaku sebanyak dua kali,” ujar Kombes Pandra, Selasa (17/3/2020).

Posting-an hoax pertama dibuat pelaku pada Selasa (3/3) dengan isi ‘Awas di Kabupaten Pringsewu, Kecamatan Pagelaran, ada yang kena Corona, yang pulang dari Malaysia’. Dan posting-an hoax kedua dibuat pada Rabu (4/3) dengan isi ‘Hati-hati Corona sudah masuk Lampung’.

“Dua posting-an tersebut pun telah dilihat sekitar 4.999 netizen, yang berteman dengan pelaku,” ujar Pandra.

Patroli Cyber yang dipimpin langsung oleh PS Kasubdit Kompol Rahmad Mardian mendapati posting-an akun Facebook OVR merupakan berita hoax soal Corona atau COVID-19. OVR selaku pemilik akun tersebut lalu diamankan di kediamannya pada Jumat (5/3).

Pelaku OER mengaku kepada polisi membuat posting-an hoax tersebut karena panik atas maraknya pemberitaan soal Corona.

“Karena dugaannya panik, saya harap masyarakat bijak ber-social media, jangan langsung share dan unggah tanpa bukti yang jelas atau informasi yang akurat,” ungkap Pandra.

Pelaku dijerat dengan Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 atas Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Pelaku terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun. (tim)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *