Warga NU Jangan Terpancing!

Pengasong Khilafah Berulah di Solo

JARRAKPOSLAMPUNG – Sejumlah tokoh Organisasi Masyarakat (Ormas) terbesar di dunia Nahdlatul Ulama (NU), menghimbau agar warga Nahdliyin (sebutan untuk warga NU), tidak terpancing dengan gerakan yang di lakukan sekompok orang yang berdalih bela Islam dan Bela Nabi.

Salah satu tokoh MWC NU Banjar Agung, Kiai Khadim mengatakan, warga NU mesti benar-benar kuat menahan emosi. Hal tersebut, bukan lantaran takut dengan upaya-upaya yang dilakukan oleh gerakan pengasong khilafah tersebut. Sebab, kata dia, jika benar-benar terjadi bentrokan fisik, NU jelas menang.

“Bi Iznillah, warga NU pasti menang. Secara jumlah saja kita menang. Tetapi apalah hakikat kemenangan melawan bangsa sendiri?. Secara psikologi NU justru akan kalah dengan kelompok itu (FPI dan HTI). Karena tujuan mereka bukan menang secata fisik, tapi menang secara misi. Misi mereka adalah memancing kegaduhan secara nasional,” tutur dia.

Pasca benturan fisik, lanjut Kiai Khadim, tidak dapat dibayangkan hoax berseliweran di dunia maya, sehingga masyarakat yang tidak melihat langsung pristiwa tersebut akan tidak dapat membedakan antara fakta dan hoax.

“Kita sangat faham, bahwa kelompok mereka sangat mahir memutar balik fakta. Karenanya, warga NU harus bersabar. Jangan terpancing,” tegasnya.

Dikatahui, dua kelompok massa saling bersitegang dan nyaris bentrok di Jalan Honggowongso, tepatnya di sebelah selatan Pasar Kembang, Solo, Jumat (6/12/2019) sore. Insiden ini terjadi sehari sebelum kedatangan K.H. Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq ke Solo pada Sabtu (7/12/2019).

Kedua kelompok massa sempat berhadap-hadapan. Terjadi aksi lempar batu selama beberapa menit sebelum kedatangan aparat kepolisian di kawasan itu. Insiden ini berawal saat kedua kelompok massa bertemu pada sekitar pukul 14.40 WIB.

Saat itu, puluhan massa tak dikenal yang mengenakan masker berkonvoi memasuki kawasan Pasar Kembang. Pada saat yang sama, terdapat massa dari Pagar Nusa yang sedang berkumpul di Kantor Pimpinan Cabang NU (PCNU) Solo.

Mengetahui kejadian ini, Polresta Solo bergerak cepat dengan mengirimkan personel Brimob ke lokasi tersebut. Untuk mencegah bentrokan massa, aparat Brimob menjaga masing-masing kelompok massa.
Setelah melalui pembicaraan dengan masing-masing kelompok, polisi akhirnya meminta massa membubarkan diri.

Selepas pukul 16.00 WIB, Jl Honggowongso mulai dibuka meskipun masih sebagian kecil massa masih berada di kawasan itu.
Untuk menenangkan massa, Ketua PCNU Solo HM Mashuri turun tangan dan berorasi di depan massa. Dia meminta massa khususnya warga NU agar tetap tenang.

“Kronologi peristiwanya, kami menjaga kantor, hanya kumpul-kumpul saja. Tapi mereka [massa tak dikena] lewat sini tanpa diblok, lewatpun tidak ada masalah. Mereka sampai sana terjadi saling hujat dan seperti itu,” kata Mashuri kepada wartawan.

Wakapolresta Solo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan insiden ini dipicu salah paham saat kedua kelompok massa bertemu.
“Intinya ada salah paham, yang satu lewat, yang satu di depan kantor PCNU, tapi belum sempat bentrok,” kata Iwa. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *