Vaksinasi Kiai dan Santri, PKB Pertegas Komitmen Politik Kemaslahatan

JARRAKPOSLAMPUNG – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung kembali menggelar vaksinasi kepada masyarakat, Selasa (12/09/2021). Kegiatan kali ini, di pusatkan di Pondok Pesantren Raudlatul Huda Al-Islamy, Pesawaran, yang dilakukan sebagai ikhtiyar mengatasi pandemi Covid-19.

Sekretaris DPC PKB Pesawaran sebagai pelaksana vaksinasi mengatakan, vaksinasi ini merupakan bagian dari instruksi ketua umum PKB H Abdul Muhaimin Iskandar bahwa partai ini terus hadir di tengah masyarakat.

“Kita hadir melayani masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi ini. Hadir untuk sama-sama mengatasi pandemi Covid-19 ini. Salam hormat dari beliau Ketua Umum PKB Gus Muhaimin dan Ketua PKB Lampung Chusnunia Chalim,,” kata pria yang juga Pimpinan DPRD Pesawaran itu, saat membuka kegiatan di hadapan peserta vaksin.

Hadir juga Bendahara  DPC PKB Pesawaran Gus Aminudin dan beberapa jajaran pengurus lainnya.

Keterlibatan sekaligus kehadiran PKB dalam mengatasi pandemi, lanjut Zulkarnain, membuktikan, bahwa politik itu tidak menakutkan. Lebih dari itu, politik adalah untuk memberi manfaat yang besar bagi masyarakat.

Sekretaris DPC PKB Pesawaran Zulkarnain saat menyampaikan sambutannya di hadapan peserta vaksin.

Pria yang akrab disapa Bang Zul itu juga menegaskan, PKB akan terus berjuang untuk kesejahteraan masyarakat. Lewat vaksinasi, PKB berjuang untuk mengatasi masalah kesehatan akibat munculnya virus corona.

“Mohon doa restunya, agar PKB terus bisa berjuang untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Bang Zul juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kesehatan yang telah membantu pelaksanan vaksin. Secara teknis, katanya, penanganan vaksin ini sangat butuh kerja ekstra. Contoh, distribusi dan penyimpanan vaksin membutuhkan kehati-hatian serta tidak boleh gegabah.

“Ini yang kadang kita tidak tahu, sehingga sering memvonis program vaksin ini lambat. Padahal sesungguhnya dari sisi teknis ribet dan butuh kerja yang hati hati, agar vaksin tidak rusak. Sifat vaksin itu sendiri pendek kadaluarsanya. Memang diperlukan saling pengertian,” katanya.

Bang Zul juga mengapresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya bagi tenaga medis dan kesehatan yang terus memberikan vaksin untuk masyarakat.

“Kami juga mendengar, mereka sudah mulai lelah. Inilah yang harus kita cari solusinya. Misalnya kerjasama dengan nakes swasta yang sudah dilatih Dinkes. Diharapkan seluruh komponen bangsa, khususnya organisasi apapun, bisa menggelar vaksin, vaksinnya minta pemerintah, lalu kita yang menyelenggarakan,” jelasnya.

Salah satu peserta vaksinasi yakni Pengasuh Pondok Pesantren, Kiyai Muhamad Juwahir Ismail mengaku sangat terbantu dengan kegiatan yang digelar PKB tersebut.

“Apalagi pelayanannya cepat, dan sangat baik. Kami berharap, langkah-langkah melayani masyarakat seperti ini terus digelorakan PKB,” tukasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *