Usai Sambutan Cak Imin, Muscab PKB Balam Bubar

JARRAKPOSLAMPUNG – Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bandarlampung di Kantor DPC PKB Bandarlampung Jalan Pubian Susunan Baru, Langkapura tidak dapat di lanjutkan, lantaran peserta membubarkan diri selang beberapa menit setelah sambutan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar secara virtual.

Pimpinan Sidang yang memegang mandat DPP PKB, Khaidir Bujung menghentikan proses Muscab setelah mensekor sidang selama 60 menit.

“Ya, Muscab ini tidak bisa dilanjutkan karena tidak kuorum. Saya sudah mensekor sidang selama 60 menit, untuk memberi waktu kepada panitia agar menghadirkan kembali peserta ke lokasi Muscab, dan sampai waktu skor habis hanya 4 PAC yang hadir dari 20 PAC yang ada,” kata Bujung kepada wartawan usai memimpin sidang pleno Muscab, Sabtu (06/03/2021).

Sesuai AD/ART partai, lanjut Bujung, Muscab dapat di laksanakan jika peserta yang hadir dua per tiga dari total jumlah PAC yang ada. Karena tidak memenuhi dua per tiga, tambah Bujung, maka tidak bisa dilanjutkan.

“Kita akan kembalikan ke DPP. Sesuai dengan mekanisme partai. Bagaimana mau Muscab jika pesertanya hanya 4 PAC,” ujarnya.

Disinggung terkait isu adanya kekecewaan dari PAC, karena mekanisme pementuan ketua tidak melalui pemilihan. Bujung mengatakan, dirinya tidak tahu terkait isu tersebut. Sebab, kata dia, Muscab belum dimulai dan peserta sudah membubarkan diri.

“Bagaimana tahu mekanisme jika Muscab saja belum? Ini partai, maka harus ikut mekanisme partai,” tegasnya.

Dari pantauan di lokasi Muscab, Satgas Covid-19 sempat memberikan warning agar Muscab dilaksanakan sesuai dengan tenggang waktu yang diberikan oleh Satgas Covid-19.

Hanya 4 DPAC dari 20 DPAC yang bertahan di lokasi Muscab.
Juanda : DPW Otoriter dan Tidak Transparan

Di tempat yang sama Ketua DPC PKB Kota Bandarlampung, H Juanda menyesalkan gagalnya gelaran Muscab. Juanda menyebut jika gagalnya Muscab lantaran DPW PKB Lampung tidak transparan dan terkesan otoriter dalam pengusulan nama calon ketua ke DPP.

“Ya, ini ulah DPW yang otoriter dan tidak tranaparan,” kata Juanda.

Menurut Juanda, kekecewaan pengurus PAC cukup beralasan. Sebab, mekanisme penunjukan ketua tidak jelas kreterianya, dan apa yang diputuskan DPP sudah bocor.

“Saya diperintah menggelar Muscab, sementara yang jadi ketua orang lain. Informasi terkait siapa ketua yang ditunjuk sudah bocor. Jadi saya menyiapkan hajat untuk kemenangan orang lain. Wajar jika kader kecewa,” tuturnya.

Mekanisme penunjukan ketua DPC, lanjut Juanda, mestinya melalui proses usulan DPC dan berdasarkan prestasi, dan mekanisme itu tidak pernah ada.

“PKB Kota Bandarlampung dalam sejarah hanya mendapat 1 kursi di parlemen, tidak pernah mendapat 3 kursi. Itu prestasi saya, sudah menghantarkan PKB mendapat 3 kursi parlemen,” kata dia.

Prestasi itu, lanjut Juanda, sama sekali tidak dihargai dan DPW justru mengusulkan ke DPP orang yang baru untuk menjadi ketua.

“Mau jadi apa partai ini, jika setiap perjuangan kader tidak dianggap prestasi. Ya, saya salah sarunya, kader yang sudah berjuang justru kalah dengan anak bawang,” tegasnya. (***)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *