Titik Nol Keislaman dan Keimanan

DALAM Wikipedia, titik nol dalam matematika adalah suatu titik khusus pada ruang Euklidean, biasanya dilambangkan dengan huruf O, yang digunakan sebagai titik tetap acuan untuk geometri ruang sekitarnya.

Titik nol juga kerap digunakan untuk mengumpamakan awalan atau permulaan. Dalam keimanan dan keislaman titik nol ditandai dengan ritual yang diatur dalam fikih.

Titik nol keislaman, menurut Pengasuh Majelis Solawat Aljunuri Alhaq Al Kaff Al Kadrie, Prof DR DR (HC) DR Syarief Muhammad Al Kadrie terletak pada mandi junub pertamakali saat seseorang memasuki Akil Baligh.
“Titik nol keislaman itu adalah ketika mandi junub pertama kali,” kata beliau, saat mengisi pengajian di Majelis Solawat Al Mubarok, Gadingrejo, Minggu (26/06/2022).

Akil Baligh dalam bahasa, akil artinya seseorang yang berakal, memahami, dan mengetahui. Sedangkan, baligh diartikan sebagai seorang yang usianya telah mencapai batasan tertentu. Dalam arti lain, akil baligh adalah tanda seorang anak telah menuju kedewasaan dan mengalami berbagai perubahan fisik dan emosional. Di situ lah titik nol keislaman.

Sementara titik nol keimanan, lanjut Habaib yang lebih senang disapa Abah itu terletak pada syahadat atau mengucap dua kalimat syahadat, itu sebabnya dalam banyak momentum seseorang diminta untuk mengucapkan dua kalimat syahadat terlebih dahulu.

Pengasuh Majelis Solawat Aljunuri Alhaq Al Kaff Al Kadrie, Prof DR DR (HC) DR Syarief Muhammad Al Kadrie dan beberapa muridnya saat berkunjung kesalah satu Pondok Pesantren di Kecamatan Kedondong, Pesawaran.

Persaksian dalam agama Islam dikenal dengan syahadat, yang merupakan rukun pertama dari kelima rukun Islam, yaitu dua kalimat syahadat untuk sahnya Islam.

Seseorang harus mengucapkannya secara urut dan disertai dengan memahami maknanya untuk dapat memeluk agama Islam secara utuh.

Dua kalimat syahadat adalah kunci untuk masuk ke dalam alam keselamatan (Islam) dan dengan kalimat itu pula manusia dimasukkan ke dalam surga. Jika kalimat ini menjadi kalimat ucapan terakhir dalam hidup duniawi, maka dia pasti masuk surga. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *