Tersangkakan Nunik, Periksa Nyonya Lee

Dari Deklarasi OKP-LSM Se-Lampung Untuk KPK

JARRAKPOSLAMPUNG – Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemudaan (OKP) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mendeklasikan dukungan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pahoman, Senin (29/03/2021).

Dukungan tersebut agar lembaga anti rasuah tersebut segera menaikkan status hukum Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim (Nunik) menjadi tersangka dan melakukan pemeriksaan terhadap CEO Sugar Group Company (SGC) Puwanti Lee.

Juru Bicara OKP dan LSM yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lampung Bersih (AMLB), Jupri mengatakan, deklarasi dukungan terhadap KPK yang digelar pihaknya adalah puncak dari kejengahan masyarakat atas maraknya kasus korupsi di Lampung.

“Masyarakat ingin Lampung benar-benar bersih dari korupsi. Karenanya jangan adalagi koruptor berkeliaran di Lampung. Mereka yang diduga kuat terlibat korupsi harus segera diperiksa dan ditingkatkan status hukumnya, agar menimbulkan epek jera,” kata Jupri.

Di tempat yang sama, DPD Jaman Faisal mengatakan, dalam fakta persidangan lanjutan perkara suap Mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa diketahui bahwa Nunik disebut sebagai aktor utama dibalik mahar politik Rp18 miliar untuk PKB pada Pilgub Lampung 2018 lalu.

Sejumlah OKP dan LSM Deklarasikan dukungan untuk KPK, Senin (29/03/2021).

Selain itu, lanjut dia, di persidangan tersebut juga disebut jika Rp1 miliar lebih masuk ke kantong mantan Bupati Lampung Timur itu. Bahkan, ada aliran dana sebesar Rp40 miliar ke DPP PKB dari SGC untuk rekomendasi pasangan Arinal-Nunik.

“Persoalan itu dibantah oleh Nunik, itu persoalan lain. Karenanya, KPK mesti keluarkan sprindik baru, agar sejauhmana keterlibatan Nunik dalam perkara tersebut dapat terungkap,” kata dia.

Senada, LBH Kemandirian, Dwi Sugianto menambahkan, dalam BAP Nunik sempat mengaku jika dirinya yang memerintahkan Midi dan Bujung untuk melakukan deal deal dengan Mustafa. Meskipun kemudian BAP tersebut diralat oleh Nunik saat menjadi saksi dipersidangan.

“Jelas tidak mungkin sebagai kader partai Midi dan Bujung melakukan inisiatif tanpa perintah atasannya. Terlebih kesaksian Mantan Ketua DPW PKB Lampung, Musa Zainuddin memperkuat jika Nunik lah aktor dibalik Midi dan Bujung, sebab Nunik sempat meminta izin agar diberi keleluasaan mengurus Pilgub dan Musa Zainuddin diminta untuk fokus pada perkara hukumnya,” tutur pria yang akrab dosapa Anto itu.

Anto juga mengatakan, pihaknya juga meminta majelis sidang KPK mendalami keterlibatan PT Sugar Group Company (DGC) yang menggelontorkan dana fantastis Rp40 miliar kepada Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar sebagai mahar politik rekomendasi padangan Arinal-Nunik yang menggeser rekomendasi Mustafa.

“KPK juga harus memeriksa Purwanti Lee terkait mahar Rp40 miliar untuk DPP PKB agar merekomendasikan Pasangan Arinal-Nunik dalam Pilgub Lampung 2018,” pungkasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *