Terpilih Sebagai Rois Aam PBNU, KH Miftahul Ahyar Harus Tinggalkan MUI

JARRAKPOSLAMPUNG – Prof Dr KH Zainal Abidin sebagai perwakilan dari sembilan Ahwa mengumumkan KH Miftahul Ahyar sebagai Rois Aam PBNU 2021-2026.

Dalam penyampaiannya, Prof Dr KH Zainal Abidin juga menyebutkan jika KH Miftahul Ahyar telah sepakat untuk mengikuti keinginan sembilan Ahwa agar Rois Aam tidak rangkap jabatan dan bersedia menerima seluruh kandidat Ketua Tanfidziyah PBNU 2021-2026.

“KH Miftahul Ahyar mengatakan Sami’na Wa’atokna terhadap syarat yang diputuskan sembilan Ahwa,” kata KH Zainal Abidin, Jumat (24/12/2021) dini hari.

Sembilan ulama (Ahwa) tersebut adalah (1) KH Dimyati Rois, (2) KH Ahmad Mustofa Bisri, (3) KH Ma’ruf Amin, (4) KH Anwar Manshur, (5) TGH Turmudzi Badaruddin, (6) KH MIftachul Akhyar, (7) KH Nurul Huda Jazuli, (8) KH Ali Akbar Marbun, dan (9) KH Zainal Abidin.

Musyawarah dilakukan dengan penuh keakraban, kekeluargaan, keadaban, sopan santun, dan akhlak itu dipimpin oleh Kiai Ma’ruf.

Ketika Gus Mus dimintai pandangan, ia tidak berkenan memulai mengingat ada yang lebih sepuh.

Perlu diketahui, bahwa Anggaran Rumah Tangga Pasal 40 Ayat 1 Hasil Muktamar Ke-33 NU Tahun 2015 di Jombang mengatur pemilihan Rais Aam PBNU ditetapkan melalui sembilan anggota Ahwa.

Sembilan anggota Ahwa tersebut diusulkan oleh muktamirin, peserta Muktamar yang mewakili Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU).

Kiai Miftach sebelumnya terpilih sebagai Rois Aam sebagai jejabat sementara (pjs) untuk melanjutkan kepempimpinan KH Ma’ruf Amin yang mengundurkan diri pada 22 September 2018 lalu. Ia juga pernah menjabat sebagai Rois Syuriyah PWNU Jawa Timur dua periode dan Rois Syuriyah PCNU Surabaya.

Rois Aam terpilih pun langsung didaulat untuk memimpin doa sebelum pleno ditutup. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *