Terkait Rumah Daswati, Pemprov Tak Boleh Kalah

Pemprov Terkendala Harga?

JARRAKPOSLAMPUNG – Kelompok Belajar Lintas Generasi (Kapalas Literasi) Kabupaten Pesisir Barat mendesak Pemprov ambil alih Rumah Daswati. Karenanya, Pemprov tidak boleh kalah dengan pengusaha yang saat ini menguasai bangunan bersejarah tersebut. Demikian dikatakan, Founder Kapalas Literasi, Doni Irawan, Selasa (11/08/2020).

Menurut Doni, Rumah Daswati merupakan salah satu saksi sejarah terbentuknya Provinsi Lampung. Sebagaimana diketahui Rumah Daswati adalah tempat perumusan Daswati I Lampung (Provinsi) sekaligus merupakan tempat upacara penyerahan kewenangan pemerintah dari Daerah Swantanra Tingkat (Daswati) I Sumatera Selatan kepada Daswati I Lampung yang berlangsung pada tanggal 18 Maret 1964, tepatnya, sekitar pukul 20:00 WIB.

“Namun rumah yang bersejarah kini sudah dikelilingi pagar beton ditambah beredar kabar akan segera diratakan dengan tanah dan akan dijadikan sebuah bangunan ruko oleh pemiliknya, yang tak lain adalah seorang pengusaha asal China,” kata Doni.

Rumah Daswati

Hari ini, lanjut Doni, kami membaca dari media bahwa Pemprov telah merespon desakan masyarakat terkait bangunan bersejarah itu. Sayangnya, Pemprov belum mengambil tindakan konkrit, lantaran harga dinilai terlalu mahal, hingga empat kali lipat harga normal.

“Pemerintah tidak boleh kalah dengan pengusaha, terlebih kelompok kapitalis yang hanya memikirkan keuntungan pribadi. Persoalan Rumah Deswati ini adalah persoalan asset bersejarah,” tegasnya.

Kapalas Literasi, lanjut Doni, mendukung penuh, langkah-langkah yang dilakukan para penggiat, pemerhati dan kaum gerakan dalam persoalan mempertahankan Rumah Daswati.

“Jika diperlukan kami siap turun gunung untuk mendesak pemerintah agar mengambil langkah konkrit,” tukasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *