Terimakasih Muktamirin dan Muhibbin

JARRAKPOSLAMPUNG – Tarik ulur jadwal pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU), tak lantas membuat esensi dari pelaksanaan Muktamar ke-34 NU di Tanah Lada yang terkesan dipaksakan keluar dari ekspektasi.

Lebaran para Nahdiyin –sebutan untuk warga NU–, ini telah rampung. Patut dicontoh ketika nanti lebaran setelah Ramadhan. Ya, tidak ada laporan adanya laka lantas, meski jutaan orang berbondong-bondong ke Lampung. Tidak juga ada yang kecopetan saat berdesak-desakan.

Sangatlah pantas Muktamar ke-34 NU di Lampung ini  dijadikan wadah  bercermin para pemimpin dan rakyat untuk menghadirkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang sejuk dan beretika.

“Muktamar telah usai. Pemimpin baru NU (Rois Aam dan Ketum PBNU) telah terpilih. Muktamin dan Muhibbin kembali ke daerah masing-masing dengan riang gembira. Hampir tak terlihat adanya barisan sakit hati, yang kalah legowo yang menang nerimo untuk mengakomodir yang kalah (semoga),” kata Tokoh Muda NU Lampung, Edy Sudrajat, Sabtu (25/12/2021).

Suasana sejuk saat para muhibbin menunggu hasil Muktamar.

Kita semua tahu, di Muktamar ke-34 NU ini, untuk kali pertama Presiden dan Wakil Presiden hadir di satu agenda yang sama. Tentu, semua elemen berjibaku untuk suksesnya acara. Jika agenda lain sempurna, agenda ini harus paripurna.

“Muktamar telah dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pondok Pesantren Darussa’adah, Lampung Tengah, Rabu (22/12/2021) pagi. Presiden hadir dan disambut Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin yang merupakan Mustasyar PBNU. Wapres kemudian menutup Muktamar, Jumat (24/12/2021),” kata Edy.

Dihadiri ribuan bahkan mungkin jutaan Muktamirin (peserta) dan Muhibbin (pecinta) dari PBNU, PWNU, PCNU, dan PCINU seluruh Tanah Air.

Muktamar menerapkan protokol kesehatan yang ketat mengingat pandemi virus corona (Covid-19) masih mengancam. Bahkan varian barunya, Omicron memunculkan kekhawatiran baru.

“Alhamdulillah, tidak ada laporan adanya kasus positif. Itu sesuai dengan laporan Ketua SC Muktamar Prof Dr Muhamad Nuh dalam sambutannya,” ujar Edy.

Upaya Panitia Muktamar, terlebih panitia yang ikhlas merogoh kantong pribadi demi lancarnya suksesi, panitia yang rela menghadapi segala konsekuensi, meski tanpa ada akomodasi, membuahkan hasil. Ya, Muktamar sukses dan sejuk. Meski ada saja yang klaim secara pribadi paling berbudi.

“Terimakasih Panitia Muktamar, baik nasional, daerah dan lokal. Adik-adik saya yang keringatnya belum kering dan letihnya belum reda. Kalian keren! Semoga Allah mencatat ini sebagai amal baik. Teruslah berbuat untuk NU, sekecil apa pun itu,” tutur Ketua PB PMII Bidang Kebijakan Publik di Era Heriyanto Azumi itu.

“Kalian (Muktamirin dan Muhibbin) luar biasa. Kami bangga! Selamat jalan, sempai jumpa di Muktamar berikutnya,” pungkasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *