Suap KPU Lampung, Polisi Segera Naikan Status

Sudah Periksa 11 Orang, Akan Hadirkan Ahli Kriminal


JARRAKPOSLAMPUNG – Dugaan suap terhadap salah satu komisioner KPU Lampung, pada proses seleksi KPU se Lampung beberapa waktu lalu, mulai menemui titik terang.

Dalam waktu dekat polisi akan menetapkan status terlapor menjadi tersangka atau sebaliknya. Saat ini penyidik dari Direktorat Kriminal Umum Polda Lampung akan meminta keterangan Ahli Kriminal terlebih dahulu.

Dirkrimum Polda Lampung, Kombes Barly Ramadhany mengatakan, pihaknya sudah memeriksa 11 orang saksi terkait kasus tersebut.

“Saksi yang telah diperiksa oleh penyidik sebanyak 11 orang,” kata Barly Ramadhany di lapangan WGS Polda Lampung, Senin (30/12/2019).

Untuk melengkapi berkas, lanjutnya, pihaknya perlu menghadirkan saksi ahli kriminal, selanjutnya akan dilakukan penetapan tersangka atau sebaliknya.

“Setelah menunggu hasil keterangan saksi ahli, baru selanjutnya, apakah terbukti atau tidaknya kasus ini atau sebaliknya,” tambahnya.

Diketahui, Gunter Semudi selaku suami dari salah satu calon anggota KPU Tulangbawang berinisial VY melaporkan LP yang merupakan calon anggota KPU Pesawaran ke Mapolda Lampung atas tuduhan melakukan penipuan dan penggelapan.

Kuasa hukum VY bernama Candra Muliawan menjelaskan, pihaknya melaporkan Lilis Pujiati ke Polda Lampung pada Selasa 12 November 2019 lalu.

Tidak hanya itu salahsatu komisioner KPU Lampung, Esti Nur Fathonah juga dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) lantaran diduga kuat melakukan suap kepada oknum di pusat (KPU RI) sebagai syarat untuk lolos seleksi KPU.

Esti juga menawarkan kepada salah satu peserta seleksi calon komisioner KPU Tulang Bawang, VYP melalui peserta seleksi calon komisioner KPU Pesawaran, LP untuk menyetorkan sejumlah uang.

“Buktinya ada semua, ada rekamannya,” kata Dr Budiono saat memberikan keterangan pers di Kantor LBH Bandar Lampung, Jumat (8/11/2019).

Saat pengumuman Komisioner KPU se-Lampung. Keduanya yakni Viza dan Lilis mengendap pada urutan ke 10, alias tidak masuk sebagai 5 besar. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *