Stop Eksploitasi Gunung Anak Krakatau

Gubernur Harus Cabut Izin PT LIP

JARRAKPOSLAMPUNG – Hujan lebat yang membasahi Kota Bandarlampung, Senin (10/02/2020) siang tidak menyurutkan semangat aksi ratusan warga yang diri Gerakan Masyarakat Peduli Gunung Anak Krakatau (GAK) di Lapangan Kopri Kantor Gubernur Lampung.

Dalam orasinya salah satu orator, Agus mengatakan, tujuan aksi yang digelar pihaknya guna mendesak Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mengambil tindakan tegas atas eksploitasi GAK yang dilakukan PT Lautan Indah Persada (LIP).

“Gubernur tidak boleh diam atas jeritan rakyatnya. Kami meminta ketegasan Gubernur. Cabut izin PT LIP,” tegas Agus.

Dalam rilisnya, massa aksi mengancam akan mengambil tindakan sendiri jika pemerintah dalam hal ini Gubernur tidak segera mengambil tindakan tegas terhadap PT LIP.

“Jangan salahkan kami jika kami (Masyarakat) bertindak anarkis”.

Sedikitnya ada tiga tuntutan dalam rilis tersebut. Pertama, meminta Pemerintah Provinsi Lampung segera menghentikan dan mencabut Izin Operasional PT LIP. Kedua, meminta kepada pemerintah untuk tidak menerbitkan kembali izin baru kepada perusahaan manapun dan dengan dalih apapun yg berkaitan dengan Exploitasi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Ketiga, memberikan batas waktu selama 10 hari sejak surat ini disampaikan kepada pemerintah untuk memenuhi tuntutan tersebut. Massa mengancam akan melaporkan masalah tersebut ke DPR RI dan Pemerintah Pusat.

Massa mengklai jika, keberadaan mereka adalah perwakilan dari 13 elemen masyarakat Lampung dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang ada di Lampung Selatan, yakni Forum Rakyat Lampung Selatan (Forlas), Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Pasukan Elit Inti Rakyat Lampung (PETIR), Dewan Anak Adat (DAA), Himpunan Mahasiswa Lampung Selatan (Himals).

Selanjutnya, Geram Banten Indonesia, Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI), Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP), Laskar Inti Bersatu Antar Suku (LIBAS), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Ikatan Showroom Motor Kalianda (ISMK), Tim Andalan Masyarakat Pasukan Inti Lampung (TAMPIL), dan Aliansi Masyarakat Rajabasa (AMR). (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *