Sosperda di Terbanggi, Jauharoh Gandeng Granat

JARRAKPOSLAMPUNG – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Lampung, Jauharoh Haddad membuktikan keseriusannya dalam upaya memerangi Narkoba.

Hal tersebut terlihat dari Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) yang dilalukannya di Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Senin (24/02/2020). Anggota FPKB Lampung itu menggandeng aktivis Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Lampung, Rahmad Cahya Aji.

“Terbanggi ini desas desusnya peredaran Narkobanya cukup tinggi. Karenanya perlu peran kita semua untuk memeranginya. Hari ini (Senin), saya membawa Ketua Tim Penyuluh dan Konselor Narkoba DPD Granat Lampung, Rahmad Cahya Aji. Peserta bisa dialog langsung dengan beliau (Rahmad) terkait apa dan bagaimana penanganan dan pencegahan peredaran Narkoba,” kata mantan Ketua Umum PB Kopri itu.

Selain Rahmad, lanjut Kak Jau –sapaan akrabnya– dirinya juga menghadirkan Pembantu Unit (Panit) Sabhara Polsek Terbanggi Besar, Iptu Anwar Halusi dan Babinkamtipmas Desa Poncowati Polsek Terbanggi Besar, Ida Ayu Made Handayani.

“Lampung Tengah ini kampung halaman saya. Karenanya, saya tidak ingin generasi mudanya dihancurkan oleh barang haram (Narkoba). Untuk itu saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk dapat berperan aktif dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan Narkoba ini,” tuturnya.

Perda nomor 1 tahun 2019 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya tersebut, jelas Kak Jau, dibentuk sebagai respon pemerintah atas kegelisahan bersama akan merajalelanya peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di Bumi Ruwa Jurai.

“Penyalahgunaan Narkoba di Lampung terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Bahkan, saat ini Lampung menempati posisi ke 10 dari 34 provinsi se Indonesia terkait penggunaannya.

“Ini luar biasa meresahkan. Ditingkat pelajar bukan hanya anak SMA, Bahkan anak SD sudah memakai narkoba, dan sudah sampai tingkat pelosok desa. Jika kita tidak perduli dan diam, bukan tidak mungkin kedepan bangsa ini hancur, lantaran pemudanya rusak,” tegasnya dihadapan ratusan peserta yang hadir.

Diketahui, sebelumnya Kak Jau sempat mensosialisasikan Perda yang sama di Kampung Tiyas Bangun, Lampung Tengah yang juga dihadiri ratusan masyarakat. Kali ini sejumlah tokoh dan pejabat desa dan kecamatan nampak hadir dalam Sosperda tersebut. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *