Sewindu UU Desa, Desa Mandiri Kian Bertambah

JARRAKPOSLAMPUNG – Tepat sewindu usia Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 atau UU Desa, sejak disahkan 15 Januari 2014 lalu.

Seluruh perangkat Kemendes menggaungkan “Percaya Desa, Desa Bisa” yang menjadi tema peringatan sewindu UU Desa tersebut. Pijakan dasarnya karena memang desa itu bisa jika diberikan kesempatan dan kepercayaan.

“Lahirnya UU Nomor 6 Tentang Desa menandai lahirnya era baru tentang desa. Paradigma tentang desa yang kerap dipadankan dengan keterbelakangan dan keterisoliran mulai memudar seiring lahirnya UU Desa,” kata Tenaga Ahli Tenaga Pendamping Profesional/ Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP P3MD) Provinsi Lampung, Edy Sudrajat, Jumat (14/01/2021). 

Konsep dasar Dana Desa, lanjut Edy, pembangunan harus dimulai dari desa. Hanya dengan itu, pemerataan pembangunan di republik ini bisa tercapai.

Berdasarkan data dari kementerian keuangan, 400 triliun APBN dikucurkan sejak 2015 hingga 2021 untuk dialokasikan ke desa dalam rupa Dana Desa.

Keberadaan UU Nomor 6 Tahun 2014, lanjut Edy, memberikan dampak luar biasa bagi percepatan pembangunan desa. Salah satu indikatornya adalah kian meningkatnya jumlah desa mandiri dan berkurangnya jumlah desa tertinggal serta sangat tertinggal.

Berdasar IDM, kata dia, 2021 jumlah desa mandiri mencapai 3.269 desa atau 4%, ini meningkat dari 2020 yang hanya 1.741 desa mandiri atau 2.49% dari 74.961 desa seluruh Indonesia.

“Kita semua patut bersyukur dan bangga dengan raihan prestasi ini,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, jelas Edy, begitu banyak desa yang berlomba-lomba menjadi desa yang terdepan. Banyak desa mengejar ketertinggalan pembangunan dengan bantuan Dana Desa.

“Lebih dari 57.000 badan usaha milik desa (BumDes) yang lahir dari keberadaan dana desa,” pungkasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *