Sah, Ini 8 Perda Baru Pesawaran

Satu Perda Pending!

JARRAKPOSLAMPUNG – Delapan dari Sembilan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Pesawaran di Sah-kan menjadi Peraturan Daerah (Perda), dalam Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Suprapto di ruang sidang DPRD setempat, Jumat (01/10/2021). 

Suprapto yang didampingi Wakil Ketua I, II, dan III Paisaludin, Musanif Yasir Samsurya, Zulkarnaen, memgungkapkan hanya Perda Ciptakerja yang belum di Sah-kan, lantaran belum ada aturan turunannya.

Ini Delapan Perda dimaksud:

1. Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi.
2. Perusahaan Daerah Air Minum.
3. Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah. 
4. Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan.
5. Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pesawaran.
6. Partisipasi Masyarakat.
7. Pengelolaan Sumber Daya Ikan.
8. Pengarusutamaan Gender.

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona (kanan) didampingi Sekdakab Kusuma Dewangsa (kiri).

Sebenarnya ada sembilan raperda yang diajukan. Empat di antaranya merupakan usulan DPRD. 

“Namun satu tidak disetujui oleh Gubernur Lampung, yaitu terkait Cipta Kerja,” kata Bupati Pesawaran, Dendi Romadhona usai mengikuti Paripurna. 

Fasilitasi dengan gubernur ini tertuang dalam Surat Sekretaris Provinsi Lampung Nomor: 188.342/3221/03/2021.

Menurut Dendi, Raperda Cipta Kerja tidak disetujui lantaran aturan turunannya belum ada. Meski, Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja telah disahkan.

Di bagian lain, Dedi mengungkapkan, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, tahap penyusunan APBD dimulai dengan menyusun KUA-PPAS.

Dalam KUA-PPAS dijelaskan, pendapatan daerah diproyeksikan Rp1,43 triliun. Sementara, belanja Rp1,53 triliun.

Alokasi belanja untuk operasional Rp940,66 miliar, belanja modal Rp342,65 miliar, dan belanja transfer Rp244,39 miliar. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *