RPA Terus Tancap Gas!

Beri Pendampingan Korban Kekerasan Seksual di Lamtim dan Lamsel

JARRAKPOSLAMPUNG – Rumah Perempuan dan Anak (RPA) merupakan lembaga sosial masyarakat bergerak pada isu-isu perempuan dan anak, terus tancap gas dalam melakukan pendampingan kepada korban kekerasan.

Sejak terbentuk di Lampung, lembaga ini terus melakukan peningkatan kapasitas dan pemberdayaan terhadap perempuan, serta memfasilitasi peran anak dalam hak dan perlindungan anak.

Belakangan lembaga ini, terdepan dalam memberikan pendampingan terhadap perempuan yang sempat viral, lantaran melahirkan di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Bandarlampung.

Kemarin (Sabtu, 16/01/2021) RPA kembali melakukan pendampingan terhadap perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual di Lampung Timur (Lamtim) dan Lampung Selatan (Lamsel).

Dua bulan terahir, RPA melakukan pendampingan terhadap perempuan berusia 21 tahun yang merupakan warga Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur itu.

Ya, perempuan yang diketahui telah mendapatkan perlakuan kekerasan seksual oleh beberapa pria yang menyebabkan dirinya hamil dan melahirkan, namun tidak ada satu pun yang mau bertanggungjawab.

Ketua RPA Lampung Timur, Romiatun mengatakan, pada saat diketahui kehamilannya oleh keluarganya, korban sempat diusir. Setelah mendapatkan informasi mengenai korban, pihaknya angsung memberikan pendampingan.

RPA Lamtim mengembalikan korban ke keluarganya, dan tetap melakukan pendampingan secara berkala.

Hal pertama yang dilakukan RPA, lanjut Romiatun, adalah memberikan tempat tinggal untuk korban, lantaran setelah meninggalkan rumah, korban sempat bingung tidak ada tujuan pasti.

“Kami khawatir akan kondisi sang ibu dan juga bayinya. Dua bulan terahir, korban diberikan pendampingan secara intens, sekaligus untuk memastikan kesehatan dan psikologinya,” tutur dia.

Saat ini, tambahnya, korban telah dikembalikan kepada keluarganya agar diberikan perlindungan dan sampai saat ini, korban masih terus dalam pantauan dan advokasi dari RPA Lampung Timur,” tegasnya.

Di Lampung Selatan (Lamsel), lembaga sosial ini melakukan pendampingan kepada korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang pria beristri yang tak lain adalah tetangga korban.

Korban yang merupakan perempuan berusia 16 tahun. Korban mengalami tramu lantaran selalu diancam oleh pelaku. Sentara pelaku yang tak lain adalah tetangga korban diketahui memiliki dua orang anak dan telah ditinggalkan istrinya.

“Korban ini dipaksa dan diancam oleh pelaku yang merupakan tetangganya sendiri. Dimana pelaku tersebut sudah mempunyai 2 orang anak dan ditinggal oleh istrinya,” kata Ketua RPA Lamsel, Arif Rahman Hakim.

Terpisah, Ketua RPA Lampung, Enny Puji Lestari menegaskan, pihaknya dan pengurus RPA se-Lampung akan terus melakukan pendataan terhadap seluruh kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ada di Lampung.

“Ya, kami terus bekerja, untuk melakukan pendataan kemudian pendampingan terhadap setiap korban. Harapannya, kedepan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak terjadi lagi,” tukasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *