Pilkada Saat Pandemi, Bawaslu : Hal Teknis Jangan Mengurangi Esensi Demokrasi

JARRAKPOSLAMPUNG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesawaran menghimbau agar 12 hal baru yang digaungkan KPU dalam Pilkada serentak 2020 tidak mengurangi esensi dari demokrasi itu sendiri.

Demikian dikatakan Ketua Bawaslu Pesawaran, Ryan Arnando kepada jarrakposlampung.com, Rabu (18/11/2020) usai meninjau kegiatan Simulasi Pungut Hitung yang digelar KPU Pesawaran di TPS 1, Desa Batu Menyan, Teluk Pandan.

Menurut mantan aktivis PMII itu, 12 hal baru di TPS saat Pilkada serentak 2020, hendaknya tidak hanya menjadi formalitas. Lebih dari itu, kata dia, esensi dari demokrasi itu sendiri harus menjadi perhatian.

“Kami melihat hal teknis terkait prokes sudah cukup baik. Misalnya terkait standar prokes, ukuran TPS, ruang tunggu dan lainnya. Tapi ini kan bukan hanya soal prokes tetapi juga berkaitan dengan hak demokrasi masyarakat,” tuturnya.

Karenanya, lanjut pria yang akrab disapa Ijul itu, pihaknya menekankan agar KPU lebih gencar melakukan sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

“Tidak menuntut kemungkinan partisipasi masyarakat akan menurun dalam Pilkada dengan penerapan 12 hal baru tersebut,” ujarnya.

Simulasi Pungut Hitung di Teluk Pandan, Pesawaran

Disinggung terkait bagaimana Standar Operasional Prosedur (SOP) pengawasan pemungutan suara di Rumah Sakit (RS) dan Lembaga Pemasyarakatan? Ijul mengatakan, sejauh ini di wilayah kerjanya belum terdata terkait jumlah pasien Covid-19 yang dirawat dan jumlah warga yang berada di Lapas.

“Ya, ini juga sangat riskan, terkait hilangnya hak suara masyarakat. Apalagi RS rujukan Covid-19 adanya di Bandarlampung, begitu juga dengan masyarakat penghuni Lapas,” tuturnya.

Sampai berita ini diturunkan, KPU Pesawaran belum dapat dikonfirmasi terkait teknis pemungutan suara di RS dan Lapas.

Diketahui, KPU Pesawaran menggelar simulasi pemungutan suara di TPS 1, Desa Batu Menyan, Teluk Pandan, Rabu (18/11/2020)

“Simulasi pemungutan dan penghitungan suara ditekankan pada penerapan protokol kesehatan pada hari H 9 Desember mendatang,” ungkap Ketua KPU Pesawaran Yatin P. Sugino.

Dikatakan, simulasi dimulai dari saat pemilih akan memasuki Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan memastikan mencuci tangan pakai sabun, pengecekan suhu, mengenakan masker saat akan mendaftar. 

“Pada saat mau mendaftar, kita juga simulasikan para pemilih yang datang ke TPS menerapkan physical distancing minimal satu meter pada saat antrian,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Yatin, sebelum menyalurkan hak pilihnya,para pemilih disediakan tempat duduk untuk mengantri di dalam TPS sebelum mencoblos. Dimana panitia hanya menyiapkan 6 tempat duduk di dalam TPS untuk pemilih yang menunggu giliran untuk mencoblos. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *