Perda Rembug Desa, Minimalisir Konflik

Azuwansyah Sosialisasikan Perda No 1/2016 di Cukuhbalak

JARRAKPOSLAMPUNG – Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, Azuwansyah melakukan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2016 tentang rembug kampung atau desa, di Pekon Kejadian Lom, Cukuhbalak, Sabtu (14/03/2020).

“Hadirnya Peraruran Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Rembug Kampung atau Desa atau Pekon ini, guna meminimalisir konflik antar masyarakat,” kata Anggota Komisi I DPRD Lampung itu.

Azuwansyah berpose bersama tokoh masyarakat Pekon Kejadian Lom, Cukuhbalak.

Karenanya, lanjut Azuwansyah, dirinya menghimbau masyarakat agar mengutamakan musyawarah dalam menghadapi persoalan-persoalan di Pekon. Terlebih, kata dia, dalam waktu dekat akan dilaksanakan Pilkakon serentak se Kabupaten Tanggamus.

“Tentunya sangat rentan terjadi perpecahan setelah prosesi Pilkakon. Masyarakat mesti lebih dewasa dalam menyikapi persoalan tersebut. Proses Pilkakon ini pembelajaran politik namanya. Namanya belajar tentu harus lebih sabar, rukun dan tetap kompak,” tuturnya.

Ketika terjadi perselisihan, tambah Azuwan, tentu yang harus ditempuh adalah musyawarah atau rembug. Dengan begitu, maka segala sesuatunya dapat diatasi dan dipecahkan dengan kepala dingin dan lebih dewasa.

“Terkait hal-hal teknis dalam rembug semua tertuang dalam Perda No 1 Tahun 2016 tersebut. Nanti perangkat desa dapat mengakses Perda tersebut di internet atau meminta drafnya di dinas atau instansi terkait,” jelas dia.

Pada sosialisasi tersebut juga hadir Anggota FPKB DPRD Tanggamus, Edi Yalismi dan dua narasumber yakni Dosen STIT Pringsewu, Nurheti MM dan Tenaga Pemberdayaan Desa, Ruli Stiawan.

Masyarakat cukup antusias mengikuti Sosialisasi Perda No 1 Tahun 2016

Pantauan di lapangan, masyarakat cukup antusias menghadiri kegiatan Sosialisasi Perda tersebut. Bahkan tidak hanya masyarakat Pekon Kejadian Lom saja yang hadir, juga ada masyarakat dari Pekon
Banjar Negri, Pekon Suka Padang dan Pekon Tanjungraja.

Sejumlah tokoh pun tampak hadir, mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan Aparatur Pekon Kejadian Lom. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *