Penumpang Ferry Tak Lagi Perlu Surat

Hanya Cek Suhu Tubuh

JARRAKPOSLAMPUNG – Petugas palayanan penyebrangan Bakauheni-Merak tidak lagi mempertanyakan surat menyurat kepada calon penumpang Kapal Ferry. Calon penumpang hanya di cek suhu tubuh ketika akan menaiki kapal.

Salah satu pengguna jasa angkutan penyebrangan, Riky (26) warga Bandarlampung mengaku, dirinya hanya di cek suhu tubuh dan tidak diminta menunjukkan surat menyurat sebelum masuk kedalam kapal Ferry.

“Tidak ada petugas yang menanyakan surat menyurat. Saya hanya di cek suhu tubuh saja, begitu pun dengan penumpang lainnya,” kata Riky kepada jarrakposlampung.com via pesan Whatsappnya, Selasa (09/06/2020).

Menurut Riky, yang mengaku akan kembali bekerja di Tanggrang, Banten itu dirinya sudah menyiapkan surat keterangan bebas Covid-19 sebagaimana diwajibkan sebelumnya.

“Ya, saya sudah membawa surat bebas Covid-19 dari Dinkes. Kan memang berdasarkan informasi, memang diwajibkan. Tapi tidak ditanya oleh petugas, mungkin karena sudah New Normal,” tuturnya.

Dikutip dari sinarlampung.co, bus dan semua kendaraan yang akan menggunakan jasa penyebrangan sudah boleh kembali menyeberang lewat Pelabuhan Bakauheni. Para penumpang hanya dicek suhu tubuh pakai thermogun.

“Bus nyeberang sudah normal, cek suhu tubuh penumpang saja,” ujar Radmiadi Sar, petugas pelabuhan, Senin.

Para petugas tak lagi memeriksa dokumen seperti surat jalan. Mereka hanya mengawasi penerapan protokol kesehatan: pakai masker, jaga jarak, cuci tangan.Untuk pembayaran tiket penyeberangan, para penumpang bus, sepeda motor, maupun mobil pribadi dilakukan zecara elektronik (e-money).

Pihak pelabuhan tak menjual atau isi saldo. Mereka yang akan menyeberang harus mempersiapkan e-money sebelum masuk Pelabuhan Bakauheni. Banyak penumpang yang bersyukur atas mulai normalnya kembali penyeberangan pelabuhan. “Ini baru namanya god job,” ujar Iswandi. “Mantul,” kata Ninda.

PT ASDP cabang Bakauheni juga kembali menambah jumlah dermaga sandar dan armada kapal yang beroperasi melayani pengguna jasa lintas Pelabuhan Bakauheni-Merak. Begitu juga angkutan bus dan travel kembali aktif di pintu gerbang Pulau Sumatera tersebut.

Bus dan travel mulai beroperasi kembali di Pelabuhan Bakauheni. Meski jumlah dermaga dan armada kapal yang beroperasi ditambah, angkutan penyeberangan di pelabuhan masih sepi. Loket tiket penumpang pejalan kaki di dermaga eksekutif maupun dermaga reguler juga nampak lengang. Arus penyeberangan masih didominasi armada truk angkutan barang maupun logistik.

Ketua Organda khusus Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Ivan, mengatakan mobilitas masyarakat kembali berjalan dan angkutan darat kembali beroperasi. Menghadapi tatanan kehidupan baru ini, Organda akan mengikuti kebijakan dari pemerintah tentang penerapan protokol kesehatan.

“Kami akan terapkan kewajiban penumpang dan awak bus/travel menggunakan masker, menyediakan alat atau tempat cuci tangan di dalam bus, dan membatasi jumlah penumpang hanya 50 persen dari kapasitas yang ada,” katanya.

Humas PT ASDP cabang Bakauheni, Saifulahil Maslul Harahap, mengatakan kembali menambah jumlah armada kapal dari 8 unit saat larangan mudik menjadi rata rata 22 kapal per hari.

“Sedangkan dermaga yang beroperasi kembali seperti semula saat belum ada larangan mudik yakni 6 dermaga dari sebelumnya hanya 3 dermaga yang kami operasikan saat ada larangan mudik kemarin,” kata dia.

Meski telah memasuki masa kenormalan baru, ujar Saiful, ASDP tetap mengutamakan aspek kesehatan namun tanpa mengesampingkan aspek ekonomi. Diharapkan kedua aspek tersebut bisa berjalan beriringan di tengah pandemi Covid-19. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *