Pengelola Tol Lampung Tak Manusiawi

Denda Pengguna Jalan dan Minim Sosialisasi

JARRAKPOSLAMPUNG – Peristiwa tak manusiawi menimpa satu keluarga asal Sidomulyo, Lampung Selatan yang hendak membawa salah seorang keluarga yang menderita sakit ke sebuah Rumah Sakit, Minggu (14/02/2021).

Keluarga Yanto diwajibkan membayar denda sebesar Rp 566.000 oleh petugas Tol lantaran dituduh melakukan pelanggaran. Dimana Yanto yang mengendarai Carry terpaksa menggunakan satu buah e-Tol untuk dua kendaraan, karena kehabisan saldo.

Alhasil kendaraan jenis Carry bernomor polisi BE-1802-BO yang membawa orang sakit tersebut ditahan dua jam lebih di Tol Sidomulyo, Lampung Selatan, Lampung.

Yanto dan keluarga tertahan di pintu Tol Sidomulyo lantaran tak mampu membayar denda. Padahal, keluarga ini hendak mengantarkan salah seorang kerabat yang sedang sakit untuk berobat ke Rumah Sakit.

“Kami hendak membawa orang sakit ke Rumah Sakit. Salah satu e-Tol saldonya habis, terpaksa pakai satu e-Tol untuk dua mobil. Biasanya di Tol bisa. Ternyata di Tol Lampung itu dianggap pelanggaran, kami pun didenda. Sementara kami tak memiliki uang,” kata Yanto sebagaimana dikutip rmollampung.

Beruntung peristiwa tersebut siketahui jurnalis dari berbagai media di Lampung, yang kemudian berinisiatif untuk membantu Yanto dan keluarga dengan mengumpulkan donasi.

“Alhamdulillah sekarang sudah bisa keluar tol. Terima kasih buat perhatian dan bantuan dari teman-teman media di Lampung semua. Terima kasih, kami tidak akan melupakan bantuannya, termasuk anggota Ditlantas Polda Lampung dan Basarnas Lampung,” tuturnya.

Terpisah, jurnalis TVRI Agus mengataka,n sejumlah jurnalis yang mengetahui adanya kejadian pengguna tol yang tertahan itu kemudian merasa empati.

Seharusnya, kata Agus, pihak tol lebih manusiawi dan tidak kaku dalam menerapkan aturan, terlebih berkaitan dengan orang sakit.

“Manusiawi lah. Berikan pertolongan dulu warga yang hendak berobat, dan jangan ditahan,” kata Agus.

Pengelola tol, lanjut Agus, mestinya dapat memberi pengertian serta sosialisasi yang berkelanjutan tentang Tol. Bukan hanya bagi pengguna di dalam Tol, tetapi terhadap masyarakat luas.

“Masyarakat mana tahu jika satu e-Tol hanya berlaku untuk satu kendaraan. Jika begitu aturannya maka ketika e-Tol sudah sigunakan untuk masuk maka tidak bisa digunakan lagi sebelum keluar tol, jangan kesannya menjebak masyarakat”.

Diketahui, kasus tersebut sempat jadi perbincangan disebuah WAG Jurnalis Provinsi Lampung. Para jurnalis ahirnya mengumpulkan donasi dan membantu Yanto dan keluarga. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *