Penanganan Covid-19 ; Ansor Usulkan Empat Langkah Kongkrit

Hidir : Penggunaan Anggaran Harus Tepat Guna!

JARRAKPOSLAMPUNG – Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Lampung, Hidir Ibrahim mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung yang menganggarkan dana tidak sedikit dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kerenanya, mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung itu berharap dana tersebut dapat digunakan secara epektif dan efesien. Sebab, kata dia, jika perintah tidak mengambil langkah-langkah kongrit dalam penanganan pandemi Covid-19 ini, tidak menuntut kemungkinan akan terjadi gejolak di masyarakat.

“Ya, pemerintah harus mengambil langkah kongkrit dalam upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 ini. Jangan sampai terjadi gejolak. Rakyat diminta untuk di rumah saja, tapi pemerintahnya lambat. Ini bahaya,” kata Hidir, Sabtu (04/04/2020).

Menurut Hidir, ada empat langkah kongkrit yang ditawarkan pihaknya dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Pertama, kata dia, pemerintah harus membuat posko di Bandara dan Pelahuhan. Kedua, karantina setiap orang yang masuk Wilayah Lampung. Ketiga, rapid test secara masal. Keempat, perbanyak alat perlindungan diri (APD) bagi perugas medis.

“Setiap pintu masuk harus dijaga. Kemudian pemerintah harus siapkan tempat karantina, bisa di asrama haji atau tempat lain, minimal satu Minggu, kemudian dilakukan rapid test. Jika negatif maka dipulangkan. Ini lebih baik dari pada karantina wilayah,” jelas Hidir.

Untuk pengadaan APD, lanjut Hidir, adalah tugas Kabupaten/Kota. Jadi, kata dia, Pemprov cukup fokus pada tiga poin itu saja, yakni penjagaan pintu masuk, karantina dan rapid tes.

“Harus ada pembagian tugas. Jangan semua melakukan hal yang sama. Penjagaan dipintu masuk cukup Pemprov yang lakukan. Soal keperluan di RS itu diurus oleh kabupaten/kota agar tidak tumpang tindih,” paparnya.

Langkah semacam itu, menurut Hidir, penting dilakukan, mengingat selama ini dirinya menilai tidak ada fokus job yang dilakukan. Hampir semua kabupaten/kota melakukan penjagaan, tes suhu badan dan penyemprotan terhadap orang yang datang. Kemudian setelah dijaga, orang dilepas begitu saja, padahal tidak ada satu pun yang berani menjamin mereka yang masuk Lampung dalam kondisi negatif Covid-19.

“Ini menurut saya adalah pekerjaan yang sia-sia. Sebab tidak semua yang terinfeksi Covid-19 menunjukkan gejala. Kan sudah terbukti ada empat orang di Lampung yang positif Covid-19 tanpa gejala. Maka langkah kongkritnya adalah rapid test. Karena rapid test hanya berfungsi tujuh hari setelah terinfeksi, maka kantina dulu setiap orang datang selama tujuh hari,” pungkasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *