Pemerintah Harus Dengar Jeritan Rakyat!

Ogah Digusur, Warga Dibantu PMII Gelar Mimbar Bebas

JARRAKPOSLAMPUNG – Ratusan warga Sidodadi Asri, Jati Agung, Lampung Selatan dan dibantu aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Raden Intan, Rabu (04/12/2019) menggelar mimbar bebas di area pasar Desa Sidodadi Asri.

Mimbar bebas digelar sebagai bentuk penolakan terhadap ancaman penggusuran yang akan dilalukan PT Pertanahan Nasional (PTPN) VII terhadap empunya wilayah.

Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Sidodadi Asri, Sumarno dalam orasinya mengajak seluruh warga Sidodadi Asri untuk kompak mempertahankan hak-hak yang terancam dikebiri oleh PTPN VII.

“Kita semua harus kompak. Satu sakit, sakit semua. Semua warga harus melindungi satu sama lain dalam memperjuangkan hak-hak yang terancam diambil paksa oleh PTPN VII,” ujar Sumarno.

Ditempat yang sama, anggota PMII Komisariat Raden Intan, Sapriansyah, mengaku bahwa dirinya secara pribadi dan keorganisasian akan senantiasa mendampingi warga, hingga putusan benar-benar berpihak pada rakyat.

“Ancaman penggusuran dan sewenang-wenangnya sikap PTPN VII tak bisa dibenarkan. Penggusuran hanya merusak tatanan sosial dan kesejahteraan bagi rakyat itu sendiri. Puluhan tahun warga mendiami tanah ini. Kami meminta agar pemerintah daerah hingga pusat dapat memberikan keadilan bagi rakyat Sidodadi Asri,” tegas Sapriansyah.

Diketahui, konflik lahan antara warga Sidodadi Asri dan PTPN VII sudah berlangsung sejak tahun 1973. Penggusuran paksa pun pernah terjadi di tahun 1981, dan 12 warga terpaksa mendekam di penjara tanpa peradilan selama 3 bulan, lantaran menolak ganti rugi yang dianggap tidak sesuai. (tika)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *