Pastikan Pertanian Waykanan Berjaya

Juprius Akan Bangun Pertanian Waykanan Dari Hulu Hingga Hilir

JARRAKPOSLAMPUNG – Harus diakui jika sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi masyarakat, terlebih di Kabupaten Waykanan. 

Karenanya, Bakal Calon Bupati Waykanan, Juprius memandang, dunia pertanian di Waykanan perlu dibenahi melalui skema Inovasi Rantai Nilai. 

“Saya sudah keliling di Waykanan. Tidak satu pun petani yang mengaku untung dalam bertani. Semua mengaku rugi. Bertani hanya menjadi rutinitas pertaruhan nasib bagi petani. Ini menyedihkan. Karenanya harus ada solusi bagi petani,” kata Juprius di temui jarrakposlampung.com di kediamannya, Kamis (13/02/2020) malam.

Padahal, kata Juprius, sektor pertanian memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi. Kontribusi sektor pertanian dalam pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 13,6 persen. Di sektor pengolahan yang menggunakan bahan baku dari sektor pertanian juga memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Sektor pengolahan produk pertanian mampu menyerap 35 persen tenaga kerja dari lapangan kerja yang tersedia.

“Kedepan, jika saya diberi amanah memimpin Kabupaten Waykanan. Saya akan melakukan pembenahan dibidang pertanian dari hulu hingga hilir. Saya akan pastikan ketersediaan lahan, bibit, pupuknya tersedia. Di hilirnya saya akan bangun pabrik pengolahannya,” tuturnya.

Dengan begitu, lanjunya, petani tidak akan lagi mengeluhkan fluktuasi harga jual hasil pertanian. Sebab, harga akan lebih stabil, bila hilirnya tersedia. Biaya distribusi dapat ditekan dan harga akan stabil. Hal itu, kata dia, yang dimaksud dengan skema rantai nilai.

“Saya ingin yang keluar dari Waykanan bukan lagi bahan mentah, tapi bahan jadi minimal setengah jadi dan berkualitas ekspor,” ujar ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Lampung itu.

Skema Inovasi Rantai Nilai, tambah Juprius, adalah solusi atas kendala yang dihadapi petani selama ini seperti akses pembiayaan, kualitas bibit dan pupuk serta pembeli akhir dengan harga wajar.

“Petani tidak perlu resah akan anjloknya harga saat panen tiba. Sebab, pemerintah yang mengendalikan harga. Kita olah sendiri hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan lokal sisahnya baru keluar (ekspor) atau kerjasama dengan kabupaten lain yang terdekat,” paparnya.

Diketahui, selain penghasil kopi, lada dan kakau. Kabupaten Waykanan juga adalah salah satu daerah penghasil Sawit dan Karet. Potensi perkebunan karet di Waykanan merupakan salah satu sektor yang potensial untuk dikembangkan.

Areal perkebunan karet di Waykanan mencakup areal seluas 145.989,30 Ha dengan jumlah produksi hasil perkebunan ratusan ribu ton setiap tahun, terdiri dari kebun negara dan swasta, serta kebun masyarakat. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *