Pasien 12 Ternyata OTG, Netizen : Ini Bom Waktu!

JARRAKPOSLAMPUNG – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dr Reihana menerangkan jika pasien positif terinfeksi covid-19 ke 12 di Lampung adalah perempuan (53) asal Bandarlampung hasil tracing dari pasien sebelumnya, dan termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Pasien 12 ini adalah seorang wanita usia 53 adalah hasil tracing yang kami lakukan. Keadaannya sehat, tapi hasil tesnya positif,” kata Reihana, Minggu (05/04/2020).

Untuk pasien 13, lanjut Reihana, adalah laki-laki (63) asal Bandarlampung, memang pasien dalam pantauan (PDP). Lalu, apa upaya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung untuk memutus mata rantai penularan Covid-19?

“Kita terus lakukan pemantauan di Bandara dan Pelabuhan. Kita kerjasama dengan perhubungan untuk memantau semua orang masuk,” jelas dia.

Menanggapi hal tersebut, salah satu netizen mengungkapkan kekecewaannya kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung. Sebab, kata dia, pola kerja yang diterapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tidak akan mampu memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Ya, mestinya tidak hanya di data. Pendataan tidak dapat mencegah penularan,” kata akun @bung_ms.

Senada, akun @a_aa mengatakan, melakukan pembiaran terhadap orang yang masuk Lampung tanpa ada tindakan melakukan karantina sama halnya dengan membiarkan bom waktu.

“Ini lucu, sudah jelas jika ada orang tanpa gejala (OTG) dinyatakan positif. Artinya bisa saja setiap orang datang ke Lampung terlihat sehat tapi ternyata positif, dan sampai di kampungnya dia menularkan ke orang lain, apa tidak menambah pekerjaan. Kenapa tidak diambil tindakan saja pada setiap orang yang masuk Lampung, mumpung belum terjadi lonjakan arus mudik,” kata akun tersebut. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *