Pansus Minta Dirut Bank Lampung Dicopot

JARRAKPOSLAMPUNG – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Lampung terkait persoalan Bank Lampung meminta agar Otoritas Jasa Keungan (OJK) segera mengeluarkan rekomendasi untuk mengganti Direktur Utama (Dirut) Bank Lampung.

Hal tersebut berkaitan dengan fakta temuan BPK RI Perwakilan Lampung soal Tatiem (bonus tahunan jajaran direksi) pada tahun 2018 yang mencapai Rp 2,3 Miliar.

Anggota Pansus, Azuansyah mengatakan, penyuntikan dana ke Bank Lampung oleh Pemerintahan Daerah seperti yang disarankan oleh OJK Lampung dianggap bukan solusi.

“Ya, suntikan anggaran bukan solusi. Ini berkaitan dengan moral pimpinannya, maka harus ganti Dirutnya,” kata Azwansyah saat rapat dengan OJK, Jumat (17/01/2020).

Azwan menambahkan, tentu OJK memiliki kewenangan untuk merekomendasikan agar Dirut Bank Lampung di ganti. Sebab, kata dia, apa yang dihadapi saat ini adalah peraoalan yang serius.

“Ya, tadi saya sempat menanyakan kepada OJK terkait kewenangan merekomendasi pencopotan Dirut Bank Lampung. Jawabannya jika ada penyimpangan,” kata Azuan kepada jarrakposlampung.com.

Sebab, lanjut Azuan, saran OJK untuk menyuntik dana Bank Lampung, akan menjadi percuma, jika orangnya tidak diganti.

“Menurut saya persoalannya ada di oknum bukan hanya berkaitan dengan suntikan dana. Jika oknumnya masih, yang ada justru timbul masalah baru,” ungkapnya.

Diketahui, Kepala Deputi OJK Lampung, Jhon Risnad mengatakan, tentu OJK memiliki wewenang untuk membuat rekomendasi pencopotan Dirut Bank Lampung, jika ditemukan adanya penyimpangan.

“Bisa saja kami buat rekomendasi untuk mengganti dirut kalau ada penyimpangan,” kata dia.

Menurutnya, ada beberapa point yang dapat mengganti dirut misalnya terjadi ketidak hati-hatian.

“Tinggal kedepan apakah pemegang saham memang masih layak atau tidak untuk mempertahankan dirut. Sejauh ini pihaknya belum dapat membuat rekomendasi pencopotan Dirut Bank Lampung,” tuturnya.

Diketahui, Rapat Pansus DPRD Lampung dengan Bank Lampung mengungkap sejumlah fakta. Salah satunya temuan BPK RI Perwakilan Lampung soal Tatiem (bonus tahunan jajaran direksi) pada tahun 2018 yang mencapai Rp 2,3 Miliar. (tim)

Editor : Ariyadi Ahmad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *