Obral Posisi Strategis, Nasdem Diborong Politisi

JARRAKPOSLAMPUNG – Sejumlah politisi Lampung dinyatakan resmi menjadi kader Parai Nasdem dan langsung mendapatkan posisi strategis.

Setelah mantan Walikota Bandarlampung Herman HN yang menduduki kursi orang nomor satu di Partai besutan Surya Paloh itu, mantan Wakil Ketua I DPRD Kota Bandarlampung Periode 2014-2019 Hamrin Sugandi, yang juga mantan pengurus DPW PAN Lampung, Rabu (12/01/2022) resmi menjadi kader Nasdem, menyusul mantan Ketua DPRD Lampung Dedi Aprizal yang sepekan lebih dulu menjadi kakak di Nasdem.

Sebagaimana Herman HN yang langsung mendapat posisi strategis, Hamrin Sugandi pun langsung diberi amanah sebagai Ketua DPD Lampung Barat.

“Selamat bergabung, kakak Hamrin. Selamat berjuang memenangkan Partai Nasdem dan selamat bekerja merebut hati dan memenangkan cita-cita rakyat,” kata Herman HN saat menyerahkan kartu tanda anggota (KTA) kepada Hamrin Sugandi didampingi Wakil Ketua DPRD Lampung Fauzan Sibron. 

Sebelumnya politisi senior yang juga mantan anggota DPRD Bandarlampung tiga periode, Barlian Mansyur juga telah bergabung ke Nasdem dan dijanjikan posisi strategis.

Fenomena loncat ke Nadem ini tidak hanya terjadi di Lampung, tetapi terjadi di hampir seluruh nusantara. Di Jakarta misalnya, 27 kader Hanura yang memutuskan pindah ke partai yang dipimpin Surya Paloh, bahkan satu diantaranya kader Hanura yang pindah ke Nasdem adalah mantan ketua DPD Hanura DKI Jakarta Mohammad (Ongen) Sangaji.

Ketua DPW Nasdem Lampung Herman HN didampingi Fauzan Sibron menyematkan almamater Nadem kepada Amrin Sugandi.

Dikutip dari detikcom, Data CSIS menunjukkan Partai Nasdem menerima 20 dari 31 caleg petahana yang pindah partai.

Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS Arya Fernandes menilai, hal tersebut bisa terjadi karena Nasdem dinilai memiliki komunikasi dan penawaran yang baik untuk para caleg.

“Sekitar 20 orang dari 31 caleg yang pindah itu tujuannya adalah Partai NasDem. Ini menunjukkan bahwa bagaimana kemampuan NasDem melakukan proses rekruitmen terutama pada caleg-caleg petahana,” kata Arya, Selasa (15/01/2019).

Motivasi lain pokitisi pindah partai adalah ingin mendapatkan posisi yang lebih baik dari yang didapatkan sebelumnya di partai yang lama. Selain itu, jika dilihat dari sisi dapil, partai menerima caleg yang pindah lantaran menginginkan perolehan kursi di dapil asal caleg tersebut.

“Dari sisi motivasi partai, sebagian besar partai memang menarik caleg-caleg petahana tersebut adalah karena mereka menyadari bahwa di dapil tersebut mereka tidak punya kursi. Tujuan partai menerima caleg-caleg itu adalah pertama, karena mereka ingin mendapatkan kursi baru, kedua ingin menambah perolehan kursi,” paparnya.

Dengan alasan tersebut, Arya menilai Nasdem sebagai partai yang cerdik. Nasdem disebutnya mampu ‘membajak’ politisi politisi petahana yang sudah siap tempur sehingga tidak perlu lagi bekerja keras. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *