Mofa Perkuat Statmen Musa Terkait Aliran Dana Dari SGC ke Muhaimin Iskandar

JARRAKPOSLAMPUNG – Dugaan adanya gratifikasi dari Bos Sugar Group Company (SGC) Purwanti Lie yang mengucurkan sejumlah dana ke Ketum PKB Muhaimin Iskandar, untuk menggeser rekomendasi PKB ke Mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa, pada Pilgub Lampung 2018, makin kuat.

Setelah mantan ketua DPW PKB Lampung, Musa Zainuddin mengungkapkan hal tersebut beberapa waktu lalu, kini Ketua Asosiasi Kontraktor Nasioan (Askonas) Provinsi Lampung Berkah, Mofaje S Caropeboka menyebut Nyonya Lee mengguyurkan Rp50 M agar PKB mengalihkan dukungan ke Arinal Djunaidi sebagai calon gubernur Lampung tahun 2018.

Menurut pemilik sapaan akrab Mofa itu, pengalihan dukungan PKB yang awalnya untuk Mustafa kemudian beralih ke Arinal-Chusnunia Chalim lantaran ada sokongan dana dari Nyonya Lee Sugar Group Company (SGC) adalah rahasia umum.

Dikutip dari laman rmollampung.com, selain dari Musa, kata Mofa, dirinya memperoleh informasi tersebut juga dari banyak sumber, yang disebutnya sebagai tokoh-tokoh Lampung.

“Bu Nunik (Panggilan Chusnunia) bergabung dengan Arinal karena didukung SGC, ini sudah jadi rahasia umum. Tapi uang yang diberikan gak tau, yang saya tahu besar, lebih besar lagi dari Rp15,1 M dari Mustafa yang saya denger Rp50 M,” kata Mofa dalam kesaksiannya di persidangan lanjutan kasus suap Mustafa di pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Kamis (08/04/2021).

Tidak hanya Rp50 M, tambah Mofa, masih ada lagi aliran dana dari SGC untuk dana kampanye.

Mofaje Caropeboka bersama politisi PKS Lamteng ketika diambil sumpah sebelum memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Kamis (08/04/2021).

“Itu yang saya dengar saja, Bu Lee Purwanti yang saya tahu, jabatannya apa di SGC saya tidak tahu,” ujarnya.

Sebelum adanya aliran dana dari SGC, jelas Mofa, Mustafa sendiri sudah bertemu dengan Muhaimin Iskandar dengan didampingi Nunik, dan sudah mengumpulkan uang hingga Rp18 M untuk membeli perahu PKB.

“Tadinya kami sudah yakin karena Mustafa sudah diajak bertemu Muhaimin Iskandar oleh bu Nunik, tapi endingnya tidak dapat. Informasi yang saya tahu Bu Nunik digandeng Arinal, PKB memberikan dukungan ke Arinal, kami bilang terjadi penghianatan,” ujarnya. 

Sebelumnya, sebagai Ketua DPW PKB Lampung saaf itu, Musa Zainuddin mengaku telah menandatangani surat rekomendasi untuk Mustafa. Ia mengaku kaget ketika mendengar rekomendasi PKB beralih ke Arinal-Nunik. 

Setelah itu, lanjutnya, ia mendengar kabar bahwa Ketua Umum PKB Cak Imin mendapatkan Rp40 M dari Ny. Lee, PT Sugar grup untuk mendukung Arinal Djunaidi. 

“Barangkali ada uang yang lebih besar jadi dikorbankan, tapi pengurus PKB yang jadi korban DPP yang tidak berkoordinasi dengan baik,” kata dia pada sidang 4 Maret 2021. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *