Meski Positif Covid-19, Empat Orang Hanya Isolasi Mandiri

Ansor : Covid-19 Jangan Dianggap Main-main!

JARRAKPOSLAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung nampaknya tidak menganggap pandemi Covid-19 ini adalah persoalan yang serius. Bagaimana tidak, setelah dinyatakan positif terinfeksi covid-19, empat orang yang bari saja diumumkan hanya diminta isolasi mandiri.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandarlampung, Agung Zawil Afkar menyesalkan tindakan pemerintah yang tidak mengambil tindakan terhadap ke empatnya.

“Saya sangat menyayangkan sikap pemerintah. Ini bukan perkara main-main, mestinya pemerintah langsung melakukan evakuasi dan di karantina sampai dinyatakan sembuh,” kata Agung, Senin (30/03/2020).

Menurut Agung, meskipun keempatnya tidak menunjukkan gejala apa pun. Akan tetapi, kata dia, empat orang tersebut telah positif terinfeksi virus mematikan. Isolasi mandiri, sama saja dengam membiarkan bom waktu. Apa lagi, kata dia, pihak keluarga belum tentu memiliki pengetahuan medis, peralatan medis dan Alat Perlindungan Diri (APD) yang mumpuni.

“Jangan dianggap main-main lah. Ini bukan persoalan sederhana. Membiarkan empat orang yang positif terinfeksi covid-19 di isolasi mandiri sama hal nya membiarkan bom waktu, tinggal menunggu saatnya meledak,” tegas dia.

Sementara, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung sekaligus Kadiskes Lampung, dr Reihana membenarkan adanya perubahan data perkembangan kasus covid-19 di Lampung, dengan penambahan empat kasus positif. Untuk PDP (Pasien dalam pengawasan) tetap 10 orang. Keempatnya, kata Reihana, merupakan hasil tracking pada pasien positif sebelumnya.

Empat orang terbaru tersebut, lanjut Reihana, tidak menunjukan gejala apapun. Di mana artinya antibody tubuhnya telah terbentuk. Untuk itu keempatnya saat ini tengah diminta melakukan karantina mandiri di rumah.

”Keempatnya merupakan orang tanpa gejala apapun, empat ini tracing, jadi ke empatnya ini antibody terbentuk walau positif namun tanpa keluhan. Maka kami anjurkan karantina mandiri di rumah dan tidak dirawat. Karena mereka hanya terkonfirmasi positf tanpa keluhan, krena anti body yang baik,” tuturnya.

Sementara orang dalam pemantauan (ODP) di Lampung melonjak drastis ke angka 800 orang per Senin ini. Reihana mengatakan faktor pendatang mulai datang ke Lampung diindikasi menjadi penyebabnya.

”ODP kita meningkat terus mungkin karena situasinya pemudik mulai berdatangan, jadi ODP kami ada 800 orang, 10 orang dinyatakan negatif covid-19 dan PDP ada 10 orang konfirmasi lab belum datang ke kami. Dan kami juga sedang menunggu konfirmasi hasil lab 3 pasien positif lainnya. Mudah-mudahan hasil lab berikutnya bisa lebih baik. Karena sampai saat ini kondisi ketiga pasien positif juga alhamdulilah stabil,” bebernya.

Reihana juga menyebut telah berkoordinasi bersama Dishub Lampung dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang guna memantau orang-orang yang baru masuk Lampung.

”Kami sudah berkoordinasi dengan Dishub, KKP, untuk kita menerima para pemudik. Walau sudah dianjurkan jangan pulang jangan mudik dan kita tidak bisa menghalau orang yang masuk karena Lampung pintu gerbang Sumatera. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *