Merasa Ditipu, UMKM Ancam Perkarakan Rektor IAI An Nur

JARRAKPOSLAMPUNG – Usaha Makro Kecil dan Menengah (UMKM) Athariz Gemilang mengancam akan memperkarakan Rektor Institur Agama Islam (IAI) An Nur, Andy Warisno atas tuduhan penipuan, jika mantan Ketua Persaruan Guru Honorer Murni (PGHM) itu tidak melakukan pembayaran atas order kotak Koin Mukhtamar Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua Kelompok UMKM Athariz Gemilang, Muhlisin dalam rilisnya ke jarrakposlampung.com mengatakan, pihaknya meminta agar Andy Warisno bertanggungjawab atas order Kotak Koin Mukhtamar NU kepada pihaknya.

“Program Kotak Koin Mukhtamar NU yang bertuliskan NU CARE LAZISNU yang merupakan program dari LAZISNU Propinsi Lampung menimbulkan permasalahan
Kami pengrajin kotak kayu yang membuat KOTAK KOIN NU di Provinsi Lampung yang berjumlah sekitar 200 orang yang tergabung dalam UMKM Athariz Gemilang belum dibayar dan kami merasa tertipu,” kata Muhlisin, Sabtu (22/08/2020) malam.

Pelaku UMKM dan contoh Kotak Koin Mukhtamar NU.

Pihaknya, lanjut dia, sudah mengerjakan pembuatan order Kotak Koin NU tersebut sejak Ramadhan 2020. Setelah sampel disetujui, kata dia, 1 Juni 2020 pihaknya mulai mengerjakan 1 juta unit kotak, sesuai order Andy Warisno.

“Andy Warisno memang Direktur KOIN NU LAZISNU Lampung. Dia (Andy) meminta agar kami yang mengerjakan pembuatan Kotak Koin NU yang terbuat dari kayu. Kami pun bekerjasama dengan empat kelompok UMKM, dan setelah sample dianggap sesuai, maka order 1 juta unit dengan lama pengerjaan 4 bulan disanggupi,” tuturnya.

Sejak 1 Juni 2020, tambah Muhlisin, sudah rampung 36.500 unit Kotak Koin NU dan sudah dikirim ke kantor Graha LazisNU Propinsi Lampung di Jl. Ryacudu No. 95 Waydadi, Sukarame Kota Bandarlampung sesuai perintah Andy Warisno selaku Direktur Koin NU.

“Namun setelah barang dikirim, pembayaran baru direalisasikan 25 persen saja, dan pengerjaan diminta untuk dihentikan. Padahal, saat ini sudah 96.000 unit Kotak Koin NU rampung pengerjaannya. Disinalah kekecewaan kami, sementara untuk modal pengerjaan, kami peroleh dari pinjaman,” jelas dia.

Karenanya, tambah Muhlisin, pihaknya meminta agar Andy Warisno melunasi Kotak Koin NU sesuai dengan order kepada pihaknya. Jika tidak, kata dia, pihaknya akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

“Kami minta apa yang sudah di order dilunasi. Jika tidak kami akan bawa perkara ini ke jalur hukum,” tegasnya. (lis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *