‘Meraih Asa’ di Andan Jejama

Dari Bedah Buku Karya Nanang Sumarlin

JARRAKPOSLAMPUNG – Kaya potensi namun miskin sentuhan. Kata tersebut masih sangat relevan disematkan untuk Kabupaten Pesawaran yang memiliki potensi sumber daya alam berlimpah, namun masih sangat membutuhkan uluran tangan dari sumber daya manusia yang mumpuni.

Dalam buku berjuldul ‘Meraih Asa’, empunya Nanang Sumarlin ingin menjabarkan hal tersebut sebagai sebuah impian sekaligus peluang mencapai impian itu sendiri.

“Alhamdulillah, buku ini terbit dan PWI memfasilitasi saya untuk membedah Asa dari buku ini sendiri,” kata Nanang saat bedah buku di Selretariat PWI Pesawaran, pekan lalu.

Nanang Sumarlin adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pesawaran yang juga aktif diberbagai organisasi.

“Saya mengucapkan rasa terima kasihnya kepada anggota PWI Kabupaten Pesawaran yang telah membantu membedah isi buku yang merupakan ide-idenya dari sebelum menjadi ASN hingga sekarang,” tuturnya.

Menurutnya, isi buku tersebut banyak mengangkat terkait potensi pariwisata di Lampung khususnya Pesawaran.

“Saya bersyukur karya tulis ini telah dibahas oleh teman-teman PWI Pesawaran,” kata dia.

Suasana bedah buku di PWI Pesawaran, pekan lalu.

Ia juga berharap, dengan kegiatan tersebut kedepan dapat berkelanjutan melalui gagasan maupun narasi lain guna berpartisipasi pada pembangunan Bumi Andan Jejama kearah lebih baik.

“Semoga dapat berkelanjutan dan bisa bekerja sama dengan PWI untuk kedepan guna kemajuan Kabupaten Pesawaran,” ujar dia.

Di tempat yang sama, Ketua PWI Kabupaten Pesawaran M Ismail mengatakan, penulis buku ‘Meraih Asa’ merupakan karya tulis yang tidak dapat dianggap remeh meski ada beberapa yang dikritisi oleh peserta bedah buku.

“Meski masih ada sejumlah isi yang perlu didalami atau diuraikan lebih luas, namun buku ini mampu menggugah pemikiran kita selaku jurnalis dan penulis mampu membawa pembaca larut dalam ceritanya,” kata Ismail.

Buku tersebut tidak terlalu tebal, kandungannya juga banyak yang prematur namun memiliki karakter. Rupa-rupa data yang digunakan sebagai referensi serta cerita yang dibangun penulis masih dangkal, sehingga pembacanya butuh alur wawasan luas untuk dapat memahaminya.

“Alkhamdulillah selesai kita berdiskusi terkait isi buku ‘Meraih Asa’ dan motivasi Pak Nanang sebagai penulis, kritik maupun saran yang datang semata untuk kebaikan bersama,” tutur dia.

Kegiatan bedah buku oleh PWI Pesawaran tersebut juga dianggap suatu penghargaan dari penulis, karenanya interaksi dapat berlangsung dengan dua arah dan saling memberikan masukan dan tanggapan.

“Ini sebuah penghormatan oleh penulis buku yang telah mempercayai kami untuk berdiskusi langsung, kompleksitas isi buku membuat peserta tadi semangat untuk sekedar bertanya ataupun memberikan masukan,” ucap dia.

Ismail juga menegaskan, buku karangan Nanang Sumarlin dapat dijadikan cambuk bagi jurnalis untuk lebih meningkatkan kualitas menulis sehingga dapat membantu memberikan edukasi kepada masyarakat melalui berita yang disajikan.

“Kami beri apresiasi kepada Nanang Sumarlin semoga kedepan bisa menerbitkan buku lain yang tidak kalah visioner dan lebih berkualitas tentunya dengan isi yang lebih dalam,” tegas dia.

Kegiatan tersebut diikuti jurnalis yang tergabung di PWI Kabupaten Pesawaran, Kepala Desa Begelen Kecamatan Gedong Tataan Merdi Priyanto dan sejumlah undangan lain dengan tetap patuh protokol kesehatan guna mencegah covid-19. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *