Menang di MA, PSHT Lampung Minta Kesbangpol Batalkan SKT Versi Taufik

JARRAKPOSLAMPUNG – Pengurus Perwakilan Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Lampung meminta agar Badan Kesbangpol Provinsi Lampung membatalkan Surat Tanda Terdaftar (SKT) PSHT Lampung versi M. Taufik.

Hal tersebut pasca adanya putusan Inkrah dari Mahkamah Agung (MA) yang menolak permohonan M. Taufik.

Kuasa Hukum PSHT Pusat, Sutrisno, SH,. MH mengatakan, dengan adanya putusan MA artinya lambang dan PSHT adalah sah dimiliki Ketua Dewan Pusat PSHT, Isbiantoro berdasarkan putusan PN Niaga Surabaya.

“Saat ini yang memiliki mandat untuk menggunakan merek PSHT untuk kegiatan pencak silat (Kelas 41) di Provinsi Lampung, yakni Supeno, bersama 15 Ketua Cabang PSHT,” kata Sutrisno.

Kuasa Hukum PSHT Pusat, Sutrisno, SH,. MH

Karenannya, tambah Sutrisno, pihaknya minta Kesbangpol Provinsi Lampung  membatalkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) atas nama PSHT Provinsi Lampung yang diketuai oleh saudara Dasikun.

Pihaknya, lanjut dia, keberatan dengan SKT yang dikeluarkan Kesbangpol. Selain itu, juga menghindari kesalahpahaman anggota PSHT di Provinsi Lampung yang jumlahnya tidak kurang 150 ribu orang.

“Surat keberatan sudah disampaikan kepada Kepala Kesbangpol Provinsi Lampung pada 18 Februari 2021. Ini semata-mata untuk menghindari kesalahpahaman anggota,” pungkasny.

Diketahui, terjadi dualisme kepengurusan di tubuh PSHT yang saling mengklaim sebagai Ketua Umum PSHT, yakni R Moerdjoko HW dan M Taufik.

Dualisme bermula saat Parapatan Luhur (Musyawarah Besar) PSHT yang dilakukan pada Maret 2016 lalu.

Majelis Luhur memutuskan Dr HM Taufik, Deputy Menteri Koperasi dan UKM menjadi Ketua Umum PSHT masa bakti 2016-2021. Namun dari pihak kubu Kepemimpinan R Moerdjoko HW juga membuat keputusan parapatan leluhur tahun 2017. 

Di Lampung sendiri saat ini PSHT dipimpin Supeno, SHI, yang didampingi Dr. K. Bagus Wardianto, M.AP, sebagai Sekretaris. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *