Makin Panas, Herman-Kohar Saling Serang

JARRAKPOSLAMPUNG – Setelah beberapa waktu lalu Walikota Bandarlampung sempat meminta masyarakat mengabaikan tindak tanduk Wakilnya yang berlanjut pada tudingan jika Wakil Walikota, Yusuf Kohar pernah melaporkan dirinya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wakil Walikota Bandarlampung, Yusuf Kohar balik menyerang. Pria yang beken disapa Kohar itu mengungkapkan sejumlah masalah yang selama ini tak terekspose ke publik di bawah kepemimpinan Wali Kota Herman HN, yang menurutnya tidak transparan dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Ya, selama tahun 2017 sampai 2018 ketika saya menjadi pelaksana tugas wali kota. Saya harus menyelesaikan tunggakan miliaran hingga puluhan miliar rupiah,” kata Kohar saat sosialisasi dan silaturahmi dengan warga Kelurahan Wayhalim Permai, Kecamatan Wayhalim, Jumat (31/01/2020).

Menurut Kohar, pada saat dirinya menjabat Plt. Walikota Bandarlampung, dirinya justru ‘ketempuhan tahlil’. Bagaimana tidak, dalam waktu yang tidak terlalu lama itu, dirinya harua melunasi Hutang Pemda, seperti Hutang Billing ke sekolah-sekolah selama satu tahun, di 2017.

Selain itu, lanjut Kohar, ada juga hutang ke Puskesmas-Puskesmas karena Gratis Kesehatan selama delapan bulan, di 2017. Hutang ke RSUD Abdul Muluk, selama berapa tahun nilainya mencapai 21 miliar. Hutang di Rumah Sakit Bintang Amin mencapai 3 miliar.

“Hutang di RSUD Cokro Dipo mencapai 6 miliar. Pembayaran Sertifikasi Guru Tercepat Seluruh Indonesia April 2018. Saya juga berinisiatif mengecat Stadion Pahoman selama bertahun tahun tidak di Cat. Tukin pegawai saya bayar setiap bulan lebih awal, Honda saya bayar tiap bulan termasuk tunjangannya dibayar awal bulan dan membayar setiap bulan insentif RT,” tuturnya.

Tidak hanya itu, tambah Kohar, dirinya juga memberi insentif kepada kepala lingkungan, Babinsa dan Kamtibmas, yang langsung dibayarkan ke rekening setiap bulan.

“Jadi, siapa bilang Wakil Walikota tidak bisa kerja? Tidak Bisa kerja atau tidak dilibatkan atau wakil dianggap tidak ada,” ketusnya.

Diketahui, Wali Kota Bandarlampung Herman HN sempat menuding wakilnya, Yusuf Kohar, berusaha menjatuhkannya dengan melaporkan dirinya ke KPK dan Kejaksaan Agung. Ia menyatakan hal tersebut sehari sebelumnya, Kamis (30/01/2020).

Menurut Herman HN, laporan itu dilakukan Yusuf Kohar sebulan setelah mereka menjabat kepala daerah pada Tahun 2016, dengan maksud menurunkannya dari jabatan wali kota Bandarlampung periode 2016-2021. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *