Lampung Memantau Ancam Demo Bawaslu

Laporan Dugaan Nepotisme Tak Digubris, Panwascam Sudah Dilantik

JARRAKPOSLAMPUNG – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lampung Memantau memastikan akan melakukan Aksi Demonstrasi di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bandarlampung dan Bawaslu Lampung, 26 Desember 2019 mendatang.

Hal tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran dalam proses rekrutmen Panitia Pengawas Kecamatan yang diumumkan 19 Desember 2019 lalu, yang sudah dilaporkan oleh Lampung Memantau ke Panitia Seleksi melalui tanggapan masyarakat.

“Kami akan gelar Aksi Demo di depan kantor Bawaslu. Jika Bawaslu tidak serius menyikapi laporan kami. Jelas-jelas ada pelanggaran dalam proses rektrutmen Panwascam, kok masih dipaksakan di lantik,” kata Aktivis Lampung Memantau, Yonkki Ibrahim usai pelantikan Panwascam Kota Bandarlampung, di Grand Tulib Bandarlampung, Senin (23/12/2019).

Menurut Yonkki, proses rekrutmen Panwascam yang dilakukan Bawaslu Kota Bandarlampung masih menyisakan sejumlah masalah. Diantaranya, kata Yonnki adanya dugaan praktik nepotisme.

“Ada nama kakak kandung salah satu komisioner dalam pengumuman kelulusan seleksi Panwascam di Sukarame. Dalam Perbawaslu RI No. 0883/K.BAWASLU/KP.01.00/XI/2019 hal itu jelas tidak diperbolehkan,” tegasnya.

Adanya temuan tersebut, lanjut Yonnki, mengindikasikan kentalnya aroma titipan dalam proses rekrutmen. Hal itu, tambah dia, bisa menimbulkan konflik internal dalam struktur bawaslu sendiri jika terjadi pelanggaran kode etik di kemudian hari.

“Bagaimana pemilu akan sesuai ekspektasi masyarakat jika penyelenggaranya saja tidak memiliki integritas,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Yonnki, pihaknya juga menemukan kejanggalan dalam hasil tes tertulis pada 14 Desember 2019 lalu. Ada hasil ujian peserta yang berubah saat diumumkan.

“Saat pengumuman hasil ada salah satu peserta lulus dengan nilai 44, padahal sebelumnya nilainyai nol,” kata dia.

Dari data tersebut, jelas Yonnki, terbukti jika seleksi Panwascam tidak dilakukan secara objektif. Tidak hanya itu, tambah Yonnki, pihaknya juga mensinyalir adanya oknum yang melalukan pemotongan uang transport Panwascam.

“Panwascam waspada terhadap pemotongan transport dan uang saku,” tukasnya.

Diketahui, sejumlah orang tampak membagikan selembaran yang berisi kliping pemberitaan terkait permasalahan dalam proses seleksi Panwascam. Diantaranya, tentang dugaan nepotisme yang dilakukan salah satu komisioner Bawaslu Provinsi Lampung.


Di beritakan sebelumnya, Rekrutmen Panwascam yang dilakukan Bawaslu Kota Bandarlampung, dinilai mengangkangi Surat Keputusan (SK) Bawaslu RI.

Hal tersebut, diungkapkan oleh Aktivis Lampung Memantau, Yonkki Ibrahim dalam surat elektroniknya yang diterima jarrakposlampung.com, Jumat (20/12/2019).

Menurut Yonkki, pihaknya mencurigai adanya praktik nepotisme dalam rekrutmen Panwascam, terutama di Kecamatan Sukarame. Dimana, lanjut Yonkki, di kecamatan tersebut ada nama yang dinyatakan lolos seleksi merupakan kakak kandung dari Komisioner Bawaslu Provinsi Lampung.

“Ini jelas tidak etis. Tentu ini akan menimbulkan efek negatif, Conflic of Interest. Dimana dalam SK Bawaslu RI No: 0883/K.BAWASLU/KP.01.00/XI/2019 ayat 3, huruf a. Persyaratan nomor 16 jelas tidak memperbolehkan adanya ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara pemilihan. Logikanya, ada ikatan perkawinan saja tidak boleh, apalagi ikatan darah,” kata Yonkki. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *