Klaim Wakili Masyarakat Papua, Alumni HMI ini Bohong?

JARRAKPOSLAMPUNG – Salah satu pejabat di Kabinet Indonesia Maju yakni Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menuai kontroversi akibat pengakuannya sebagai tokoh Papua. Pasalnya, Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut sempat mengaku jika orang tuanya asli kelahiran Fakfak.

Hal tersebut tentu saja menuai protes dari masyarakat Papua. Bahkan Koordinator Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) Papua Barat, Vincen Kocu bahwa menantang Ketua Umum HIPMI tersebut untuk membuktikan klaimnya tersebut.

Ia menuding Bahlil sebagai pemimpin negara yang melakukan penipuan, demi mendapatkan jabatan. Vincen bahkan menganggap apa yang disampaikan Bahlil sebagai pelecehan terhadap masyarakat Papua.

Di mana dalam rilis itu, Bahlil disebutkan memiliki orang tua asli Fakfak, Papua Barat dan lahir di Maluku.

“Menipu pemimpin negara dan rakyat demi sebuah jabatan kecil ini sebuah pelecehan bahkan penghinaan, khususnya kami bangsa Papua,” tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (23/10/2019).

Vincen juga menantang Bahlil melakukan sumpah adat. “Saya menantang Saudara Bahlil untuk sumpah adat terkait keterangannya yang menyatakan bahwa ayahnya orang Fakfak, Papua Barat,” pungkasnya.

Sebelumnya, mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mempertanyakan klaim Bahlil melalui akun Facebook pribadinya.

Pigai menegaskan jika ayah dan ibu Bahlil bukan orang asli Papua. “Ayah dan ibu dari Bahlil Lahadalia itu bukan orang asli Papua. Itu artinya beliau tidak ada ikatan darah dengan Papua,” tulisnya.

“Jangan mengunakan hak adat orang asli Papua untuk mewakili kami duduk sebagai menteri di kabinet,” lanjutnya.

Ia kemudian meminta Presiden Jokowi selektif dalam memilih pejabat negara, terutama terhadap tokoh Papua sebagai penghargaan terhadap masyarakat di Bumi Cendrawasih tersebut.

“Hak-hak orang Papua harus dikembalikan ke orang Papua. Kalau tidak, maka kepercayaan orang Papua terhadap negara akan makin merusut,” tegasnya. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *