Kasus Suap KPU Lampung, Kuat Dugaan Kendali Pusat

Stop Proses Seleksi KPU Kabupaten/Kota!

JARRAKPOSLAMPUNG – Terungkapnya dugaan suap yang dilakukan salah satu komisioner KPU Lampung berinisial ENF dalam peroses seleksi beberapa waktu lalu, diduga kuat melibatkan oknum di KPU RI.

Menurut Pakar Hukum Universitas Lampung, Dr Rudy SH LLM, fakta yang diungkap jelas bahwa ada keterlibatan oknum KPU RI. Itu sebabnya, ENF begitu berani menawarkan kepada peserta seleksi lainnya.

“Ya, dari fakta yang diungkap ada kemungkinan peran KPU RI dalam kasus ini,” kata Rudy kepada jarrakposlampung.com, Jumat (8/11/2019) malam.

Tidak hanya itu, lanjut Rudy, dirinya mensinyalir aroma pengondisian dalam seleksi KPU di Lampung terasa sejak awal penetapan Tim Seleksi (Timsel).

“Jangan jangan seluruh proses dari awal penetapan Timsel juga diduga ada permainan untuk mengawal orang tertentu,” tuturnya.

Terpisah, Tokoh Pemuda Tulang Bawang, Syaiful Mudhofi mengatakan, terungkapnya dugaan suap tersebut diluar ekspektasi masyarakat yang mengharapkan hasil pemilu yang bersih dari proses pemilu yang jurdil.

“Bagaimana akan tercipta pemilu yang bersih, jika penyelenggaranya tidak berintegritas. Pihak berwenang harus gerak cepat mengungkap kasus ini,” kata demisioner Ketua PC GP Ansor Tulang Bawang itu.

Sementara proses hukum berjalan, lanjut Syaiful, proses seleksi KPU kabupaten/kota harus ditunda terlebih dahulu. Sebab, kata Syaiful, kemungkinan adanya peserta seleksi lainnya yang melakukan hal yang sama bisa saja terjadi.

“Ya, harus stop dulu tahapan seleksi KPU kabupaten/kota. Sebab bisa saja tidak hanya melibatkan LP dan VYP, jangan-jangan masih banyak yang lain,” tutur Syaiful.

Diketahui, salah satu komisioner KPU Lampung berinisial ENF dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) lantaran diduga kuat melakukan suap kepada oknum di pusat (KPU RI) sebagai syarat untuk lolos seleksi KPU.

Tidak hanya itu, ENF juga menawarkan kepada salah satu peserta seleksi calon komisioner KPU Tulang Bawang, VYP melalui peserta seleksi calon komisioner KPU Pesawaran, LP untuk menyetorkan sejumlah uang.

“Buktinya ada semua, ada rekamannya. ENF kita DKPP kan dan LP kita laporkan ke Polda,” kata Dr Budiono saat memberikan keterangan pers di Kantor LBH Bandar Lampung, Jumat (8/11/2019). (ari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *