Kader Kopri Harus Berperan Bukan Baperan

Rayakan Harlah ke 52
Dari Orasi Hingga Tari Kreasi Ditampilkan

HILIR mudik kendaraan roda dua dan empat, di sudut Jalan Pembangunan, Sukarame, Bandarlampung, Minggu (24/11/2019), dirasa tidak seperti biasanya. Dari lorong yang tidak begitu lebar itu sayup terdengar hiruk pikuk laki-laki dan perempuan.

Ya, itulah sekretariat bersama Pengurus Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tarbiyah dan Keguruan dibawah naungan Komisariat UIN Raden Intan, Cabang Bandarlampung.

Ditanah lapang 8 x 15 meter persegi tepat di belakang sekretariat, sudah terbentang karpet lebar dengan hamparan level 15 centimeter didepannya yang disulap bak sebuah panggung pertunjukan.

“Malam ini kita akan rayakan Harlah Korp PMII Puteri yang ke 52,” kata Ketua Kopri Rayon Tarbiyah, Meri Ulvia.

Siapa sangka agenda sederhana itu ternyata terencana dengan matang. Beberapa pelaksana kegiatan terlihat sedang sibuk mempersiapkan tugasnya masing-masing sebagai pengisi acara.

“Narasumber kita sudah hadir. Baliau adalah Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama, Gus Rofiq dan Aktivis Perempuan Damar, Mbak Ana dan Pengurus Kopri PKC PMII Lampung, Sahabati Okta,” tutur Ketua Rayon Tarbiyah, Rian Simona kepada jarrakposlampung.com.

Berselang beberapa menit dari percakapan kami. Himbauan panitian agar undangan segera berada di lokasi perayaan Harlah pun mulai terdengar.

Ketua Komisariat PMII UIN Raden Intan, Ariyadi Sudibyo (Kiri), Ketua Kopri Rayon Tarbiyah, Meri Ulvia (Tengah) dan Ketua Rayon Tarbiyah, Rian Simona (Kanan) saat memotong tumpeng pada puncak Harlah Kopri ke 52.


Acara pun berlangsung hidmat. Dua pembawa acara mulai memaparkan susunan acara dengan dua bahasa yakni bahasa Indonesia yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Lampung.

“Memasuki era revolusi digital perempuan harus mempu bersaing. Perempuan harus berperan bukan baperan (baper adalah kata singkatan terdiri dari dua kalimat yaitu ba-per; bawa perasaan),” kata Meri dalam sambutannya.

Tari Sigeh Pangunten menjadi pembuka acara menambah kesakralan, yang dilanjutkan dengan Istighosah sebagai agenda pertama dalam kegiatan tersebut.

Beberapa menit berselang, lampu pun padam, sosok perempuan bertopeng tiba-tiba sudah berada dihapan tamu undangan. Ya, dialah Ferli yang menghangatkan suasana dengan penampilan heroiknya pada orasi bertema perempuan. Tari Kreasi yang ditampilkan oleh kader Kopri Tarbiyah dan Keguruan pun menjadi sajian yang cukup menghidupkan suasan.

Tidak hanya itu, paduan materi diskusi yang mengupas posisi yuridis perempuan kontemporer menjadi suguhan yang menarik. Diakhir sesi Gus Rofiq pun menutup dengan pernyataan yang menarik. “Istri terbaik adalah kader Kopri dan suami yang hebat adalah kader PMII,” kata Kiai Muda NU itu, yang disambut tepuk tangan hadirin.

Jelang pukul 00.00 wib, penampilan dua group musik akustik pun menjadi pengantar puncak acara pemotongan tumpeng, yang mendai bertambahnya usia badan otonom PMII dibidang perempuan itu.

“Selamat harlah Korp PMII Putri ke 52,” begitulah kira-kira ucapan yang membanjiri sejumlah timeline media malam itu. (tika/ris)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *