Ini Riwayat 5 Tambahan Pasien Positif Covid-19 di Lampung

3 OTG, 2 Pasien Sempat Dinyatakan Negatif, Namun Positif Covid-19 Setelah Pemeriksaan Kedua

JARRAKPOSLAMPUNG – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung, dr Reihana menceritakan riwayat lima orang pasien positif terinfeksi covid-19 di Lampung, Jumat (17/04/2020). Hingga kini 26 orang dinyakan positif Covid-19 di Lampung.

Lebih jelas tonton video berikut!

Tiga pasien tambahan, menurut Reihana, adalah orang tanpa gejala (OTG) hasil tracing dari pasien nomor 20. Ketiganya adalah pasien nomor 24, 25 dan 26.

Untuk dua pasien lainnya, lanjut Reihana, pasien nomor 22, seorang perempuan (24) asal Peringsewu. Dimana pasien tersebut, 24 April 2020 sempat datang ke RS swasta di Pringsewu dengan keluhan batuk, demam, mual dan muntah lebih dari lima kali, sehingga badannya lemas dengan suhu badan 37,8 drajat celcius.

“Hasil pemeriksaan terhadap pasien tersebut mempunyai riwayat diabetes dan penyakit paru-paru. Pasein tersebut memang bersatus PDP kemudian dikonsultasikan ke dokter penyakit dalam,” tuturnya.

9 April 2020, tambah Reihana, pasein dirujuk ke RSUD Abdoel Moeloek untuk penanganan lebih lanjut. Sample sweb pertama sempat dinyatakan negatif pada 14 April 2020. Namun, sehari setelahnya sweb kedua dinyatakan positif.

“Saat ini tim di Pringsewu sedang melakukan pendataan terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan pasien tersebut, baik keluarga maupun petugas kesehatan,” ujarnya.

Selanjutnya, masih kata Reihana, pasien 23 yakni laki-laki (65) saat ini dirawat di RS di Tulangbawang Barat yang memiliki riwayat perjalanan ke Gowa. 22 Maret 2020, kata dia, pasien tersebut mendatangi Puskesmas dengan keluhan demam, pusing dan sesak ringan. Kemudian, 1 April 2020, pasien datang lagi diantar keluarga lantaran kondisi terus memburuk, dengan keluhan pusing, demam, nyeri di perut dan sesak ringan.

“Setelah konsultasi dengan tim kesehatan, ahirnya pasien dirujuk ke RSUD Tuba Barat dengan setatus ODP dan diisolasi dengan SOP pasien Covid-19, kemudian dilakukan sweb dan rapid test dan hasilnya negatif,” jelas dia.

8 April 2020, lanjut Reihana, kondisi pasien membaik, sesak napas sudah hilang dan dilakukan rapid test ke dua, dengan hasil positif.

“Berdasarkan hasil tersebut dan hasil konsultasi dengan pemerintah status pasien dinaikkan,” pungkasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *