Himalaya Suguhkan Sigeh Pangunten di Unair

LANTUNAN musik gamolan menyajikan sesuatu yang berbeda ditelinga civitas akademika Uneversitas Airlangga (Unair). Ketukan demi ketukan nada seolah mengajak seluruh yang hadir untuk menganggukkan kepala seiring irama.

Suasana kembali pecah ketika lima penari cantik mengayunkan langkah kehadapan hadirin. Ratusan pasang mata terpana, gemuruh tepuk tangan pun tiba-tiba meredam nada, bak dikomandoi.

Ya, itulah Sigeh Pangunten. Tari sakral asal Lampung itu ditampilkan oleh lima penari yang tak lain adalah mahasiwi Lampung yang menimba ilmu di Kota Pahlawan.

Tarian yang dikenal sebagai tari penyambut tamu agung itu ditampilkan dalam rangka Veterinary Olympiade ke 10, Fakultas Kedokteran Hewan, Unair, Surabaya, Minggu (10/11/2019).

Himpunan Mahasiswa Lampung Kota Surabaya (Himalaya) melalui Ketua Bidang Seni Budayanya, Fadhil Ramadhani mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk mengenalkan Sigeh Pangunten di Kota Surabaya.

“Alhamdulillah kami eksis di kampus Unair. Lima penari kami yakni Nana Nuraeni, Putri Novita Sari, Ulfa Aulia Rahma, Ulfi Aulia Rahmi, Afif Tamara Febyana terus semangat dalam mengenalkan buadaya Lampung,” kata Fadhil melalui rilisnya ke jarrakposlampung.com, Minggu (10/11/2019).

Tidak hanya di Unair, lanjut Fadhil, kedepan pihaknya juga sudah diminta untuk tampil dibeberapa kampus di Surabaya.

“Ya, kami akan tampil di kampus-kampus baik negeri maupun swasta untuk mengenalkan tarian daerah Lampung, mudah-mudahan dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.

Senada, Ketua Umum Himalaya, Muhammad Candra Syahputra mengatakan, organisasi putra daerah Lampung, Himalaya berkewajiban untuk menjunjung tinggi budaya dan adat istiadat Lampung dan memperkenalkannya ke publik. Karenannya, melalui Sigeh Pangunten hal tersebut dimulai.

Tari Sigeh Penguten merupakan salah satu tari kreasi baru dari daerah Lampung. Awalnya tari ini bernama tari Melinting dan tari Sembah, namun baik tari Melinting maupun tari Sembah telah dikukuhkan namanya menjadi tari Sigeh Penguten.

Tari Sigeh Penguten merupakan perpaduan budaya antara kedua suku Lampung yakni Pepadun dan Saibatin. Melalui Peraturan Daerah, tari sigeh pengunten diresmikan sebagai tarian Lampung dalam penyambutan tamu penting.

Tarian ini dipentaskan dalam setiap pembukaan acara baik formal maupun non formal. Tari Sigeh Penguten memiliki keunikan tersendiri yang tedapat pada gerak, iringan, tata rias dan busana. (lis/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *