Hati-hati Sindrom Stevens Johnson Mulai Mewabah

JARRAKPOSLAMPUNG – Kita semua patut bersyukur dengan berangsur hilangnya Covid-19 di dunia, khususnya di Bumi Pertiwi. Kendati demikian, bukan berarti kita boleh abai terhadap kesehatan. Sebab, belakangan dikabarkan munculnya wabah baru yang disebut Sindrom Stevens Johnson.

Abah Syarif Muhammad Saefulhaqy Byhaqy Abdurrahman Al Kadrie dalam beberapa pertemuan dengan jamaahnya mengingatkan terkait wabah tersebut.

Menurut Abah, gejala awal yang muncul pada sindrom Stevens Johnson menyerupai gejala flu, yaitu demam hingga 38⁰C atau lebih, disusul dengan tubuh yang terasa lelah. Biasanya, kata Abah, deman tidak berlangsung lama, hanya sekitat satu hari.

Gejala selanjutnya adalah perih di mulut dan tenggorokan dan mata terasa panas, disertai batuk dan nyeri sendi juga sakit kepala.

Seiring perkembangan kondisi, tambah Abah, akan muncul gejala lanjutan berupa luka lepuh di kulit, terutama di hidung, mata, mulut, dan kelamin. Ruam kemerahan atau keunguan yang menyebar luas secara cepat, dan kulit mengelupas beberapa hari setelah luka lepuh terbentuk dan terasa perih yang menyebar di kulit.

Untuk itu, Abah mengingatkan, agar masyarakat terutama warga Pondok Pesantren agar memperhatikan makanan para santrinya dan menghindari makanan yang diawetkan seperti ikan asin dan sebagainya.

Selain mengabarkan terkait kemunculan wabah tersebut. Abah juga berbagi tips untuk penanganan wabah Stevens Johnson tersebut yaitu dengan menghaluskan 5 lembar daun salam dan 3 buah Serre.

I K L A N

Kedua jenis daun tersebut, lanjut Abah, dipanaskan dengan minyak kelapa murni dengan suhu sedang, kemudian di balurkan keseluruh tubuh. Selain itu, bisa juga dengan merebusnya kemudian air hasil rebusan diminumkan kepada anak-anak kita dan para santri.

“Saya berharap ini menjadi perhatian masyarakat, terlebih kepada para Kiyai yang memiliki santri di Pondok Pesantren. Sementara waktu tinggalkan dulu makanan instan yang mengandung bantak garam seperti ikan asin, karena mengandung banyak senyawa kemia berbahaya,” jelas Abah.

Di Jawa Barat, lanjut Abah, telah di temukan sedikitnya 7 kasus yang diduga kuat adalah Wabah Stevens Johnson. 5 diantaranya, lanjut Abah, berhasil selamat dan dalam pemulihan.

“Wabah ini sangat bahaya. Resiko kematian sangat tinggi jika terkena wabah ini. Ayo, kita lawan. Islam harus kuat, ummatnya harus sehat,” tandas Abah. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *