Gunung Madu Timbun Gula, Dewan Marah Besar

JARRAKPOSLAMPUNG – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung, Yozi Rizal mengaku kecewa lantaran adanya perusaan yang memanfaatkan situasi genting lantaran mewabahnya covid-19 dengan menimbun gula.

Terlebih, terungkapnya penimbunan gula oleh anak perusahaan Sugar Group itu justru oleh Bareskrim Polri. Karenanya, Politisi Partai Demokrat itu mempertanyakan kinerja Polda Lampung dan meminta perusahaan gula itu angkat kaki dari Lampung.

“Bareskrim Polri sudah menyatakan adanya penimbunan gula antara 75 ribu- 100 ribu ton. Nah ini kalau Polda sampai tidak mengetahui soal penimbunan gula ini. Ada apa? Kebobolan berarti. Nah ini kita pertanyakan ke Polda Lampung masak mereka belum mengetahui,” tegas Yozi.

Menurut Yozi, sebagai perusahaan yang besar dan berkembang di Lampung, sepantasnya PT Gunung Madu Platantion turut membantu persoalan masyarakat Lampung bukan justru mengambil keuntungan ditengah derita masyarakat.

“Angkat kaki saja dari Lampung, bukannya berempati malah cari keuntungan,” ujar dia.

Diketahui, PT Gunung Madu Platantion, Sugar Group akhirnya mendistribusikan 75 hingga 100 ribu ton gula.  Itu setelah penimbunan gula dibongkar Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit dan jajaran menjelaskan, dalam sidak di Bareskrim menemukan 75 hingga 100 ribu ton gula produksi yang tidak didistribusikan hingga menjadi salah satu penyebab naiknya harga gula di pasaran saat ini.

“Kemarin kita laksanakan sidak ke Lampung. Ada beberapa perusahaan (dari Sugar Group, PT Gunung Madu Platantion) yang memiliki stok besar sekali, kurang lebih 75 ribu sampai 100 ribu ton,” kata Sigit saat mengecek gudang PT Food Tjipinang Jaya, Kramatjati, Jakarta Timur, seperti, Rabu (18/03/2020).

Dengan begitu, pihaknya telah meminta pengusaha agar berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) setempat untuk mendistribusikan gula ke DKI Jakarta. Sehingga harga gula yang saat ini tinggi di pasaran bisa segera turun. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *