Geruduk STAI An Nur, UMKM Baru Dibayar Janji

Terkait Polemik Pemesanan Kotak Koin NU

JARRAKPOSLAMPUNG – Polemik pemesanan 1 juta Kotak Koin NU oleh Mantan Direkrur Koin NU, Andy Warisno yang tak lain adalah Rektor STAI An Nur mulai menemui titik terang. Setelah digeruduk ratusan pelaku UMKM yang tegabung dalam UMKM Athariz Gemilan, Sabtu 29 Agustus 2020, Andy Warisno berjanji akan melunasi kewajibannya secara bertahap.

Kendati demikian, Andy Warisno tetap berkelit jika sebenarnya dirinya bisa saja tidak memenuhi tuntutan UMKM. Sebab, kata dia, pelunasan pemesanan Kotak Koin NU adalah kewajiban lembaga, dalam hal ini PWNU dan Lazisnu yang memandatkan dirinya sebagai Direktur Koin NU dan kemudian dibekukan.

“Ya, saya akan bayar. Saya secara pribadi akan tetap bertanggungjawab dan bayar kalau memang secara kelembagaan tidak ada penyelesaian. Meskipun saya sebenarnya bisa saja tidak harus tanggungjawab karena sudah dibekukan, tapi saya tanggungjawab,” demikian dikatakan Muhlisin kepada jarrakposlampung.com menirukan pernyataan Andy Warisno, Minggu (30/08/2020).

Rarusan pelaku UMKM mendatangi kediaman Andy Warisno.

Menurut Muhlisin, Andy Warisno mengakui bahwa dirinya memesan 1 juta Kotak Koin NU ke UMKM Athariz Gemilang, karena memang targetnya adalah 2 juta unit Kotak Koin NU yang akan dipergunakan untuk peggalangan dana kebutuhan Muktamar NU sebesar Rp50 miliyar yang akan digalang secara swadaya melalui kotak koin tersebut.

“Asumsinya jika 2jt kotak dalam 1 kotak berisi 5rb rupiah maka dengan 2 jt kotak koin akan terkumpul 10 milyar dalam satu bulan. Dan saya mendapatkan mandat ini resmi dari PW LAZISNU dan PWNU, saya diangkat resmi, sambil menunjukan SK pengangkatannya di hadapan awak media,” tutur Muhlisin, yang menceritakan ulang pernyataan Andy Warisno.

Menanggapi pernyataan Andy Warisno tersebut, Muhlisin menyambut baik apa yang dijanjikan dan berharap apa yang dijanjikan mamtan Ketua PGHM itu bukan hanya janji kosong.

“Ya, kami tidak pernah tahu apa yang terjadi di internal NU. Yang kami tahu, Andy Warisno pesan Kotak Koin NU kepada kami. Tentu apa yang sudah dipesan harus dibayar,” kata Muhlisin.

Pihaknya, lanjut Mihlisin, sudah mengirim Kotak Koin NU sebanyak 36.500 unit ke Graha Lazisnu Lampung 30 Juni 2020 lalu. Sementara, kata dia, di galery UMKM, ada 45.000 unit Kotak Koin NU yang sudah jadi namun belum dikirim. Belum lagi, 51.000 unit yang sedang proses finiahing.

“Kayu yang sudah dirajang 91,5 kubik, itu semua nya pakai modal dan uang. Karenanya nya kami meminta semua nya harus diganti dan dibayar oleh Andy Warisno. Jika memang dengan batas waktu yang dijanjikan beliau yakni 3 bulan sejak hari ini tidak selesai, maka kami semua akan kembali mengruduk ke kediaman beliau,” tegasnya.

Pihaknya, tambah Muhlisin, sudah cukup bersabar. Mengingat, para pengrajin orang-orang kecil yang modalnya hasil pinjaman, bahkan ada yang mengadaikan sertifikat tanah dan rumah. Karenanya, pihaknya akan perjuangkan sampai apa yang menjadi hak UMKM dapat terpenuhi.

“Apa yang menjadi kerugian UMKM harus di bayar oleh Andy Warisno,” tukasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *