Gempa Sulawesi Barat, Ansor dan Garda Bangsa Lampung Kirim Relawan

JARRAKPOSLAMPUNG – Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Lampung mengirimkan kader Barisan Ansor Serba Guna (Banser) untuk menjadi relawan ke Sulawesi Barat yang saat ini masih dirundung duka akibat bencana gempa bumi 6,2 SR.

Selain kader Banser, Dewan Koordinator Wilayah (DKW) Garda Bangsa Lampung pun melakukan hal yang sama.

“Ya, kita mengirim dua orang kader yang terlatih sebagai relawan untuk bertugas mendampingi tim kesehatan di sana,” kata Ketua PW GP Ansor Lampung, Hidir Ibrahim, Jumat (22/01/2021).

Berdasarkan laporan relawan di lapangan, lanjut Hidir, hari ini (Jumat) mereka (relawan) ikut mendampingi pendistribusian obat dan bahan logistik di lokasi terdampak gempa, khususnya di desa terisolir.

“Hari ini mendistribusikan obat dan bahan logistik lainnya di daerah Kurungan Bassi, Mamuju, Desa yang terisolir, dan salah satu pusat yang paling parah terdampak gempa,” jelasnya.

Saat ini, tambah dia, dari informasi relawan kebutuhan pengungsi yang sangat di perlukan saat ini yaitu terpal tenda, air mineral, dan obat-obatan.

“Yang pasti obat obatan dan bahan makanan,karena banyak korban yang belum merata untuk pembagian makanan pokok, dan masi terisolir karena ada longsoran atau reruntuhan dari bukit-bukit dan hanya bisa di akses dengan helikopter,” pungkasnya.

Kader Banser Lampung yang telah berada di lokasi

Terpisah, Ketua DKW Garda Bangsa, A Ardito Wijaya mengatakan, pengiriman kader relawan ke Sulawesi Barat merupakan tanda simpati pihaknya terhadap saudara sebangsa yang tertimpa musibah.

“Para relawan yang dikirim ke Sulawesi di bekali dengan mental yang kuat dan rasa sosial yang tinggi. Mereka membawa obat-obatan, makanan dan pangan bayi. Mereka akan menjadi mata untuk kami disini, tentang kondisi sebenarnya disana dan apa saja yang di butuhkan disana,” tutur Dito –sapaan akrabnya–, Jumat malam.

Dengan kehadiran relawan dari Garda Bangsa Lampung, lanjutnya, pihaknya berharap dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

“Semoga kehadiran mereka disana yang sudah di bekali dan tulus dapat membantu dan meringankan keluarga kita disana,” tukas Dito.

Relawan Banser dan Garda Bangsa Lampung yang ada di lokasi bencana gempa Sulawesi Barat, yakni Catur Dian Saputra dan Ardi Aprian Nugraha. Keduanya tergabung dalam relawan Banser Tanggap Bencana.

Relawan Kelompok II bersiap berangkat ke lokasi bencana.

Ada 10 orang tim relawan dari Lampung yang bertolak menuju lokasi bencana. Mereka berasal dari berbagai latarbelakang, seperti dokter, perawat, Pramuka, Banser dan Garda Bangsa.

Catur dan Ardi, ketika dihubungi mengaku telah berada di lokasi bencana, Mamuju, Sulawesi Barat. Keduanya, bergabung ke Posko, yang ada di Palu, kemudian setelah belanja sembako, dan obat-obatan. Keduanya kemudian di berangkatkan ke lokasi gempa pukul 9.00 WITA.

“Dari palu ke lokasi gempa 12 Jam dengan mobil. Dari 10 relawan dari Lampung, kita dibagi menjadi dua tim, tim pertama berada di lokasi posko logistik, ada enam anggota. Posko ini berlokasi di Gedung Gubernur, Sulawesi Barat. Lalu tim kedua berada di klinik rawat inap, yang berada di Desa Takandeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi barat. Saya masuk tim kedua ini,” kata Catur.

Suasa relawan dalam perjalanan menuju lokasi bencana

Menurut dia, kegiatan yang sudah dilakukan relawan antaralain di bidang kesehatan, dan pendistribusian logistik ke desa-desa terpencil yang terdampak gempa.

“Saya pribadi, pengawalan tim medis, dan asisten. Untuk yang berada di lokasi logistik, sudah pendistribusian dan bergabung dengan tim NU Peduli,” ujarnya.

Masih Waspada Gempa Susulan dan Banjir

Meski sudah sepekan sejak pristiwa gempa, menurut dia kondisi di Mamuju masih siaga gempa susulan. Bahkan, BMKG setempat memperingatkan agar waspada gempa susulan disertai banjir.

“Kondisi di sini, banyak tempat pengungsian di tempat yang aman, di ketinggian. Karena yang ditakutkan ada gempa susulan berpotensi banjir, jadi warga mengungsi ke tempat lebih tinggi, dari BMKG meminta waspada gempa susulan disertai banjir,” ungkapnya.

Sejauh ini, menurut dia kebutuhan bagi para pengungsi yakni Sembako dan obat-obatan medis.

“Untuk kebutuhan pengungsi, sembako, masker dan kebutuhan MCK serta obat-obatan, itu yang paling banyak dibutuhkan sekarang,” pungkasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *