Forum Sekjen Parpol Gurem Tolak RUU Pemilu

JARRAKPOSLAMPUNG – Tujuh Sekjen Parpol yang menamakan diri Forum Sekjen Pro-demokrasi, menolak substansi Rancangan Undang-Undang atau RUU Pemilu yang tengah digodok DPR.

Tujuh sekretaris jenderal partai yang gagal masuk DPR itu menilai, RUU Pemilu yang tengah dibahas DPR telah mengubah sistem pemilu proporsional terbuka menjadi proporsional tertutup.

Tidak hanya itu, ambang batas parlemen (parliamentary threshold) pun naik dari 4 persen menjadi 5-7 persen pada Pemilu 2024. Karenannya, forum tersebut menganggap langkah DPR sebagai upaya membrangus keberadaan partai gurem.

“Ini nyata-nyata kita semua kecolongan. Enggak jelas kapan kajian akademis, kapan diskusi pendahuluan, eh tiba-tiba sudah menjadi prolegnas di DPR RI. Prioritas lagi. Kerja kilat,” kata Sekjen Perindo Ahmad Rofiq lewat keterangan tertulis Forum Sekjen, Minggu (07/06/2020).

Para sekjen tersebut adalah Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso, Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Ferry Noor, Sekjen Partai Hanura Gede Pasek Suardika, Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq, Sekjen PSI Raja Juli Anthoni, Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan, serta Sekjen Partai Garuda Abdullah Mansuri.

Sekjen Partai Hanura, Gede Pasek Suardika menilai sistem pemilu seperti itu menyebabkan daerah tidak diwakili oleh wakil yang layak. Ini karena pemilik suara yang lebih banyak bisa gugur oleh mereka yang dapat suara sedikit di daerah itu.

“Hanya karena partainya secara nasional digugurkan oleh aturan PT (parliamentary threshold) yang tidak masuk akal itu,” ujar Gede Pasek.

Sekjen PSI, Raja Juli Antoni berpendapat parliamentary threshold dan presidential threshold adalah ancaman nyata bagi demokrasi.

“Masyarakat luas harus segera disadarkan.”

Para pejabat teras partai gurem itu berjanji berkomunikasi dengan partai-partai yang ada di DPR, termasuk dengan partai yang menentang RUU Pemilu seperti mereka, yakni PAN, PPP, dan Partai Demokrat. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *