Esti Dipecat, Viza Dicoret

DKPP : Esti Terbukti Melanggar Kode Etik

JARRAKPOSLAMPUNG – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) RI memberhentikan Anggota KPU Lampung Esti Nur Fathonah, pada sidang pembacaan putusan 13 perkara Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu di Kantor DKPP RI Ruang Sidang lantai 5 di Jl. MH Thamrin No. 14, Jakarta Pusat, Rabu (12/02/2020).

Tidak hanya Esti yang terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar kode etik penyelenggara pemilu sebagaimana Pasal 22 ayat (1) Peraturan DKPP RI Nomor 2 Tahun 2017 jo Pasal 37 ayat (4) Peraturan DKPP RI Nomor 2 Tahun 2019. Viza Yelisanti Putri pun dicoret dari daftar antrian pergantian antar waktu (PAW).

Dalam amar putusan sidang yang dipimpin oleh Prof. Dr. Muhammad, S.IP, M.Si., yang beranggotakan Prof. Dr. Teguh Prasetyo, SH., M.Si., Dr. Ida Budhiati, SH., MH., dan Prof. Dr. Teguh Prasetyo, SH., M.Si., menyatakan mengabulkan permohonan pengadu untuk seluruhnya.



Dalam pertimbangannya majelis sidang DKPP RI, apa yang dilakukan Esti Nur Fathonah telah melanggar nilai-nilai kode etik sebagai penyelenggara pemilu, dimana pada saksi pengadu Gentur Sumedi, dalam kesaksiannya menceritakan kronologis dan berulang kali mengucapkan nama Lilis Pujiati sebagai orang yang berkomunikasi langsung dan menawarkan bantuan untuk meloloskan nama istrinya Viza Yelisanti sebagai calon anggota KPU Tulangbawang dengan syarat memberikan uang sebesar Rp150 juta.

Gentur menjelaskan dirinya bertemu dengan Lilis Pujiati di kamar 7010 Swiss Belhotel. Di kamar tersebut ada pula anggota KPU Provinsi Lampung Esti Nur Fatonah.

Kemudian pada 4 November 2019, Gentur menyerahkan uang sebesar Rp 100 juta kepada Lilis Pujiati dengan transaksi dilakukan di dalam mobil milik rekan Gentur disertai pembuatan kwitansi pembayaran di parkiran Hotel Horison. Jual beli kursi jabatan anggota KPU ini juga terkoneksi langsung dengan salah satu staff mantan anggota KPU RI Wahyu Setiawan.

DKPP RI juga akan melakukan pengembangan untuk menindaklanjuti sesuai fakta persidangan karena indikasi dari calon anggota KPU Kabupaten selain Lilis Pujiati menemui Esti Nur Fathonah di kamar 7010 Hotel Swiss Bell yang pada saat KPU Provinsi Lampung sedang menjalankan agenda fit and property test seleksi anggota KPU Kabupaten/Kota periode 2019-2024.

Kedua calon tersebut kini menjabat sebagai anggota  Kabupaten Mesuji yaitu  Ali Yasir dan anggota KPU Kabupaten Tanggamus yaitu Amhani.

“Keputusan DKPP RI ini mencatatkan sejarah baru bagi buruknya sistem rekrutmen penyelenggara pemilu di Lampung,” salah satu praktisi pemilu, Jupri. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *