Dugaan Suap KPU, Esti Berkelit Tapi Pasrah

JARRAKPOSLAMPUNG – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung, Esti Nur Fatonah akhirnya buka suara terkait tudingan menerima uang Rp 100juta dari calon Komisioner KPU Tulang Bawang sebagai pelicin.

Dalam konferensi pers di Kantor KPU Lampung, Senin (11/10/2019) sore. Esti didampingi enam rekan kerjanya membantah tuduhan tersebut. Kendati demikian, Esti mengaku tidak akan mengambil langkah hukum dan Pasrah jika dirinya dibyatakan terbukti bersalah.

“Saya mohon maaf belum merespon pertanyaan dari teman-teman wartawan, baik yang melalui SMS, WA, telepon dan media sosial. Semua itu tidak benar, rekaman dalam bukti rekaman itu, tidak membuktikan apapun,” kata Esti.

Menurutnya, dirinya perlu mengkomunikasikan terlebih dahulu dengan Komisoner KPU Lampung lainnya sebelum memberikan konfirmasi.

“Saya sedang bimtek, saya tidak mau memberikan keterangan satu persatu. Saya menunggu klarifikasi secara bersamaan. Jangan sampai persoalan ini membunuh karakter saya,” tutur Esti.

Esti menjelaskan, dirinya tidak melakukan apapun dalam proses rekrutmen KPU kabupaten/kota. “Sebagai panelis saya memang diberikan fasilitas kamar, tapi tidak ada pertemuan apapun di sana dengan siapapun. Tidak Ada transaksi disana,” tegas Esti.

Lalu, dimana transaksi tersebut? Esti pun membantah jika dirinya melakukan transaksi, terlebih berkaitan dengan rekrutmen KPU Tulang Bawang.

Disinggung apakah dirinya (Esti) akan mengambil langkah hukum terkait tudingan tersebut? Esti mengaku belum akan melakukan langkah apapun. Kendati demikian dirinya meminta agar tidak ada penggiringan opini.

Ketua KPU Lampung, Erwan dan enam komioner lainnya, saat mendampingi Esti Nur Fatonah memberikan ketengan pers terkait dugaan suap yang dituduhkan pada Esti.

Dalam konferensi pers tersebut juga, KPU Lampung menentukan tiga poin pernyataan sikap. Pertama, KPU Lampung menyerahkan dan mendukung penyelesaian persoalan tersebut sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku

Kedua, KPU Lampung tetap melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajibannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, tanpa terpengaruh oleh dugaan salah satu anggota yang dituduh melakukan dan menerima suap untuk menjadi komisioner KPU provinsi dan kabupaten.

Ketiga, KPU Lampung mengimbau semua pihak untuk menghormati proses hukum.

“Berkenaan dengan hal-hal yang dikemukakan di atas, KPU Lampung mengharapkan kiranya semua pihak dapat menunggu hasil dari proses tersebut,” kata Ketua KPU Lampung, Erwan. (ari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *