Dugaan Suap di Muscab PKB dan Campur Tangan Birokrat, Akankah Dipolisikan?

Juanda : PKB Harus Bersih Dari Money Politik!

JARRAKPOSLAMPUNG – Polemik di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di beberapa kabupaten/kota pasca Musyawarah Cabang (Muscab) yang dinilai mengangkangi Aturan Dasar dan Aturan Rumah Tangga (AD/ART) partai terus bergulir.

Di Bandarlampung misalnya, Ketua DPC PKB Kota Bandarlampung, H Juanda belum mengakui Robiatul Adawiyah (Dwi) sebagai Ketua DPC PKB Bandarlampung. Terlebih, Juanda menilai, selain cacat hukum dan tidak kuorum, Muscab versi Dwi dengan Pimpinan Sidang Noverisman Subing dan Ardito tersebut beraroma suap.

“Ya, jelas tidak sesuai AD/ART dan tidak kuorum. Bagaimana mungkin bisa diklaim sebagai Muscab yang sah, jika pasca Muscab Dwi dibantu bapaknya yang seorang ASN, berkeliling meminta tandatangan PAC dengan iming-iming uang Rp250-Rp500 ribu,” kata Juanda.

Disinggung apakah pihaknya akan membawa perkara suap tersebut keranah hukum? Juanda mengatakan, pihaknya sedang mengkaji prihal tersebut.

H Juanda bersama pengurus DPC PKB Bandarlampung dalam sebuah kegiatan sosial. (Foto Doc PKB)

“Kami akan bicarakan dulu dengan pengurus lainnya dan mengkaji terkait suap ini, bisa saja nanti keranah hukum. Kalau bukti dan saksi, kita lengkap,” tutur Juanda.

Terkait, statemen Wakil Ketua DPW PKB Lampung, Noverisman Subing yang tidak akan merubah keputusan Muscab se Lampung. Juanda mengatakan, pihaknya tidak ambil pusing terkait hal tersebut.

Sebab, kata dia, sebagai kader partai yang didirikan Gus Dur, pihaknya melakukan perlawanan bukan semata karena ingin jabatan. Lebih dari itu, dirinya dan beberapa kader di kabupaten/kota lainnya ingin PKB bersih dari prilaku korup.

“Kami ingin PKB ini dikelola oleh orang yang taat azas, sebagaimana cita-cita pendiri partai dan bersih dari prilaku korup,” tukasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *