Dikira Tewas Dalam Bencana Tsunami Aceh 17 Tahun Lalu, Brimob Warga Natar Ini Ditemukan

Markas Brimob Lampung Fasilitasi Keluarga Dalam Penjemputan

JARRAKPOSLAMPUNG – Setelah sempat viral di media sosial tentang ditemukannya anggota Brimob asal Lampung yang hilang dalam tragedi sunami Aceh 17 tahun lalu. Pihak Kepolisian Daerah Lampung melalui Satuan Brimob Polda Lampung akan memfasilitasi keberangkatan dua anggota keluarga untuk menjemput pria bernama Ajun Brigadir Polisi (Abrip) itu, ke Aceh.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombespol Pandra Arsyad mengatakan, Komandan Satuan Brimob Polda Lampung Kombespol Kasero Manggolo, akan memfalitasi dua anggota keluarga Abrip Asep ke Aceh.

“Kami sudah berkoordinasi dengan keluarga, dan semoga siang besok sudah sampai di Aceh,” kata Pandra.

Jika benar itu adalah Abrip Asep, maka dia akan langsung dibawa pulang kerumahnya di Desa Natar.

Keluarga pun kaget Asep dinyatakan sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), karena ditemukan di Rumah Sakit Jiwa Zaenal Abidin Banda Aceh.

“Kami bersyukur adik kami masih ditemukan dalam kondisi hidup,” ungkap Mahyudin, kakak kandung Abrip Asep, sepeti dilansir rilislampung.id, Jumat (19/03/2021).

Ajun Brigadir Polisi (Abrip) Asep diketahui masih hidup dari viralnya sebuah video yang diunggah oleh salah satu anggota Polda Aceh. Video pertemuan anggota Polda Aceh yang mengaku seangkatan dengan Asep di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh itu viral di media sosial sejak Rabu (17/3/2021).

Dalam rekaman video berdurasi 00,12 detik itu tampak rekannya terlihat sangat bergembira saat menyampaikan informasi ke rekan polisi seangkatan Letting 351.

Di kutip dari kompas.com, Kepala Desa Pajar, Kecamatan Darul Hikmah, Kabupaten Aceh Jaya, bernama Lizar adalah sosok dibalik penemuan Asep.

Lizar lah yang menghubungi anggota Brimob untuk mengabarkan keberadaan Asep di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh.

Menurut Lizar Asep diantarkan ke RSJ pada 2009 oleh kepala desa waktu itu. Ketika itu, Lizar berkisah, Asep dalam kondisi linglung dan tanpa identitas yang jelas.

Dalam pendataan RSJ, Asep pun dicatat beralamat desa setempat. Beberapa kali pihak RSJ mengantar Asep ke Desa Pajar namun tidak ada yang mengakui Asep sebagai keluarga.

“Tahun 2016 sempat dipulangkan ke desa tapi tidak ada keluarganya di sini, sehingga dibawa pulang. Saya pun tidak berani mengeluarkan BPJS untuk pasien, karena takut bermasalah,” kata Lizar.

Lizar saat itu juga teringat bahwa tahun 2014 ada sekelompok orang mencari anaknya yang hilang saat tsunami. Anak keluarga itu adalah anggota Brimob.

Ciri-ciri orang yang mereka cari mendekati Asep. Lizar juga sempat melihat foto yang ditunjukkan oleh keluarga tersebut.

“Saat ada keluarga yang datang mencari anaknya, anggota Brimob hilang setelah tsunami tahun 2014, saya belum tahu bahwa ada pasien yang diduga Asep itu diantarkan ke RSJ oleh almarhum Jauhari, kepala desa sebelum saya, tapi keluarganya itu sempat memperlihatkan foto anak yang mereka cari kepada saya saat itu,” katanya.

Kondisi Terkini Abrip Asep (foto:kompas)

Dua tahun setelah pertemuan dengan keluarga tersebut, Asep dikembalikan ke desanya dari RSJ karena kondisi kejiwaannya telah membaik.

Saat RSJ hendak memulangkan Asep ke Desa Pajar pada 2016, Lizar mengaku berusaha menghubungi orang-orang tersebut, namun kontak mereka sudah hilang.

Lantaran di desa itu Asep tak memiliki keluarga, maka Asep pun kembali dirawat di RSJ. (***/net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *