Di Tengah Pandemi Corona, Banjir Kembali Melanda

Langganan Banjir Waysemaka, Warga BNS Keluhkan “Slow Respon” Pemerintah

JARRAKPOSLAMPUNG – Belum saja usai rasa takut masyarakat akan pandemi corona virus (Covid-19) yang sedang mewabah. Masyarakat Bandarnegeri Semuong, Tanggamus harus kembali menderita, lantaran banjir dari luapan sungai Waysemaka datang.

Cuplikan video amatir saat banjir datang.

Salah seorang pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanggamus, Irwandi Suralaga melalui akun Whatsappnya, Sabtu (18/04/2020) mengunggah beberapa video situasi banjir di Bandarnegeri Semuong.

Menurut Irwandi, banjir sudah terjadi sejak Jumat 17 April 2020, akan tetapi ketinggian air masih dalam batas wajar dan belum mengganggu rutinitas warga. Namun, kata dia, hari ini (Sabtu) intensitas hujan yang tak mereda membuat kuantitas air bertambah, hingga ketinggian mencapai dua meter dari bibir sungai.

Luapan air sudah mencapai jalan raya, sehingga membuat sejumlah kendaraan roda dua mogok.

“Hari ini (Sabtu) ketinggian air sudah mencapai dua meter. Insya Allah besok (Minggu) saya akan menyempatkan diri kesana (lokasi banjir),” kata Irwandi dihubungi jarrakposlampung.com, Sabtu (18/04/2020) sore.

Banjir di Bandarnegeri Semuong, lanjut Irwandi, memang kerap terjadi. Bahkan, kata dia, sudah seperti ritual rutin. Pemerintah pun, kata dia, sudah beberapa kali mengambil langkah-langkah untuk mencegah terjadinya banjir, seperti melakukan normalisasi dan sebagianya.

“Tapi karena Daerah Aliran Sungai (DAS) sangat luas, maka anggaran daerah tidak memungkinkan untuk melakukan langkah-langkah yang lebih jauh,” tuturnya.

Karenanya, kedepan pihaknya berinisiarif untuk mengusulkan ke Provinsi atau Pusat. Menginat, ketika banjir tak jarang membuat jalur lintas barat terputus.

“Keluhan masyarakat sudah sangat lama terkait persoalan ini. Hampir setiap musim penghujan selalu saja banjir. Ya, masyarakat kerap menyalahkan kami, dan menilai kami lambat,” keluhnya.

Tanggul Jebol

Debit air hujan siang tadi (Sabtu) menyebabkan banjir bandang melanda Pekon Banding dan Pekon Rajabasa, Kecamatan Bandarnegeri Semuong, Tanggaamus dan merendam sekitar 300 rumah warga.

‌”Akibat banjir bandang dengan ketinggian 1 meter lebih ini sekitar 300 rumah warga Pekon Banding dan Rajabasa BNS terendam air dan lumpur akibat banjir,” kata seorang warga, Hirwansyah.

Wanita dan anak-anak pun dievakuasi ketempat yang lebih aman.



‌Banjir menerjang pemukiman warga diakibatkan belum dibenahinya tanggul sungai Way Semuong (Waysemaka) yang jebol beberapa pekan lalu.

‌”Sebelumnya keluhan warga kepada Pemkab Tanggamus pernah dipublikasikan oleh beberapa media terkait tanggul sungai Waysemuong yang jebol tersebut belum juga dibenahi oleh Pemkab melalui dinas terkait,” ujarnya.

‌Senada, warga Pekon Rajabasa M Toha mengatakan, pihaknya berharap dalam waktu dekat Pemkab Tanggamus melalui dinas terkait segera mengambil sikap, sehingga banjir yang melanda kedua pekon tersebut tidak kembali terjadi. (sem/red)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *