Di Sela Sosperda, Nover Kampanyekan Minuman Jokowi

JARRAKPOSLAMPUNG – Menjaga agar sistem imun tetap baik, tidak kalah penting dari 5M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Menghindari Kerumunan dan Membatasi Mobilitas).

Karenanya, anggota DPRD Lampung asal FPKB Noverisman Subing menyarankan masyarakat Lampung Timur untuk mengkonsumsi jamu empon-empon atau minuman tradisional lainya sebagai upaya meningkatkan imunitas dimasa pandemi Virus Corona-19.

“Saya berkeyakinan empon-empon yang dipopulerkan Presiden Joko Widodo dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam menangkal infeksi corona virus,” kata mantan Wakil Bupati Lampung Timur itu di sela sosialisasi Perda Nomor 3 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Balai Desa Purbosembodo Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur, Sabtu (10/07/2021).

Suasana pelaksanaan Sosialisasi Perda Balai Desa Purbosembodo Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur, Sabtu (10/07/2021).

Minuman herbal seperti jamu, Lanjut Kanjeng Nover –sapaan akrabnya–, sudah sejak dulu menjadi senjata andalan masyarakat Indonesia untuk melawan penyakit. Untuk membuat empon-empon sangat bervariasi, tapi bahan yang paling umum adalah jahe, temulawak, dan serai (sereh) ditambahkan gula aren dan kayu manis agar rasanya lebih enak.

“Bahan empon-empon memang memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan karenanya tidak mengherankan bila ada banyak orang yang meyakini khasiat empong-empong,” jelas dia.

Sosialisasi yang di hadiri Kepala Desa Purbosembodo Metro Kibang, Pariman tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dari perwakilan tujuh desa se Kecamatan Metro Kibang itu berjalan penuh kekeluargaan dan sesekali ada banyolan-banyolan yang mengocok perut itu tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Bahkan yang tak kalah menarik Nover  juga menyarankan agar masyarakat selalu mandi  sepulangnya dari luar rumah. “Mau keluarnya lama atau tidak, apalagi bertemu dengan beberapa orang usahakan mandi dan semua pakain yang dipakai saat itu segera dicuci. Kalau sehari keluar rumah tiga kali maka mandinya tiga kali juga,” ujarnya.

Kendati demikian, Kanjeng Nover lebih menganjurkan agar masyarakat mengurangi mobilitas dan berdiam diri dirumah saja. Hal tersebut di anjurkannya, bukan tanpa alasan. Sebab, menurut dia, dari pada pulang ke rumah bawa virus, maka pilihan terbaik adalah diam di rumah, kecuali keluar karena hal-hal yang dianggap penting sekali, itupun tidak lepas dari protokol kesehatan. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *