Di Bimtek Kehumasan Bawaslu, Ariyadi Ahmad : Maksimalkan Medsos!

JARRAKPOSLAMPUNG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bandarlampung menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Kehumasan di Hotel Kurnia Perdana, Selasa (24/11/2020).

Bimtek yang di ikuti oleh seluruh staf humas dan hubungan antar lembaga Panwascam se-Bandarlampung itu menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Pemimpin Redaksi jarrakposlampung.com, Ariyadi Ahmad.

Dalam pemaparannya, pemilik nama asli Ahmad Riyadi itu mengajak seluruh praktisi kehumasan di lingkungan Bawaslu Kota Bandarlampung untuk dapat memaksimalkan media sosial sebagai sarana penyampaian informasi.

Menurutnya, praktisi humas harus dapat beradaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi yang cepat dan dinamis. Sebab, kata dia, model komunikasi saat ini tdak lagi two-step communication, tetapi multi-step communication.

Pimpinan Bawaslu Kota Bandarlampung staf dan para peserta Bimtek berpose bersama usai mengikuti materi.

“Ya, multi step communication, berarti tidak cukup hanya dengan menguasai media massa saja, tetapi juga influencer di media sosial. Terlebih saat ini setiap individu memiliki kekuatan untuk mempengaruhi publik, walaupun tidak sebesar media massa,” kata dia.

Lebih jauh pria yang akrab disapa Ari itu mengatakan, praktisi humas harus dapat mengolah data yang berkembang di media sosial menjadi informasi penting sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan strategi komunikasi.

“Narasi tunggal atau pesan kunci mengenai isu yang menjadi perhatian bersama Bawaslu adalah Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu. Tentu pesan kunci tersebut akan lebih cepat sampai ke publik jika terus menerus dikampanyekan melalui Media Sosial oleh setiap individu yang ada di Bawaslu,” paparnya.

Setelah kurang lebih dua jam menyampaikan materi dan membuka sesi tanya jawab, sebagai penutup, mantan Pemred Koran Editor tersebut juga memberikan tips penulisan press rilis kepada peserta. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *